2 Feb 2017

Target Kerja dengan Metode SMART

Target Kerja dengan Metode SMART - Ada sebuah hasil studi menarik yang pernah diungkap oleh para periset bidang perilaku dan kinerja : orang-orang yang menuliskan sasaran kinerjanya dengan jelas dan terukur ternyata memiliki level produktivitas empat kali lebih tinggi dibanding mereka yang sasarannya ditulis dengan sumir dan normatif.

Target Kerja dengan Metode SMART

Itulah kenapa perumusan sasaran kinerja atau performance goals harus selalu ditulis secara jelas, spesifik dan terukur. (Level produktivitas tim juga tergantung pada proses ini).

"You can not manage what you can not measure."
(Anda tidak dapat mengelola apa yang tidak bisa Anda ukur.)

Dengan kata lain, kita pasti akan temehek-mehek mengelola kinerja tim kalau tim ini tidak pernah dibekali dengan indikator atau target kerja yang terukur. Sebab bagaimana mungkin kita bisa mengukur progres kemajuan tim itu, kalau kita tidak punya ukuran baku untuk melakukan penilaian?

Dulu ketika kita sekolah, dari SD hingga kuliah, kita selalu punya alat ukur atau Score Card yang baku. Namanya raport atau Indeks Prestasi (IP) ketika kita sudah kuliah. Bayangkan apa jadinya jika kita dulu sekolah tidak pernah punya score card yang terukur itu?

Persoalannya ketika kita sudah bekerja seperti saat ini yang sarat dengan prinsip profesionalisme, score card yang dulu kita bawa sejak sekolah SD itu justru dilupakan. Tentu saja fenomena ini kudu segera dihindari.

Dunia kerja yang penuh dengan perhitungan bisnis dan melibatkan sumber finansial yang besar, mesti segera di-persenjatai dengan performance score card yang terukur dan akuntabel.

Disinilah kita lalu kembali menyapa dengan prinsip penulisan performance goals yang mengacu pada metode SMART.
1. Specific
2. Measurable
3. Achieveable
4. Relevant
5. Time-bound

Mari kita coba eksplorasi lima elemen kunci dalam penetapan performance goals kita.

Goodluck dan Semoga bermanfaat.
Read More

28 Jan 2017

Mengupas Style dan Gaya Komunikasi Debat Kandidat Cagub DKI 2017

Mengupas Style dan Gaya Komunikasi Debat Kandidat Cagub DKI 2017 - Seru juga ya kalau menyimak Debat Cagub DKI tadi, apalagi jika nonton bareng bersama rekan-rekan yang satu suara. Saya pas lagi di rumah makan yang isinya beragam, pesan makanannya juga beragam, tapi seluruh mata menuju layar kaca.

Jujur, saya belum menentukan pilihan kemana suara saya dan keluarga saya nanti ditujukan, tapi bagi sebagian masyarakat yang belum menentukan mungkin debat kandidat adalah salah satu cara untuk mengenal lebih dalam calon gubernurnya dan lebih jernih mendengar suara hati yang berbisik. Ini pendapat sepintas saja ya karena saya juga baru nonton pas pertengahan. Kita ambil pelajaran pentingnya untuk memperkaya teknik komunikasi, presentasi dan debat jika suatu waktu diperlukan.

Mengupas Style dan Gaya Komunikasi Debat Kandidat Cagub DKI 2017
Image via tribunnews.com

Kita mulai dari paslon satu, mas Agus Yudhoyono dan Bu Sylvi. Secara pribadi, saya dua kali menyimak presentasi mas Agus jauh sebelum pilgub. Tepatnya tahun 2014 & awal tahun 2016. Kami juga pernah mengundang mas Agus untuk sepanggung dengan saya saat acara Bintang Revolusi membuat seminar Spirit Factory tahun lalu. Kalau dilihat pola komunikasinya, jelas berbeda karena dulu amat kental suasana militernya. Tegas, tanpa tedeng aling-aling, sistematis dan menyuguhkan banyak data.

Sementara tadi, sepertinya sudah dipoles habis-habisan karena seolah-olah saya melihat pak SBY muda. Cara melemparkan senyum, menebar kharisma dan retorikanya mirip. Sangat beda dengan awal-awal dulu saya mengenal beliau.

Conditioning yang dibangun cukup tepat jika ingin meraih suara kalangan menengah bawah. Membumi, tidak terjebak pada hal teknis dan mengayomi. Efek bagi kalangan menengah atas, adalah terkesan normatif dan sebatas wacana semata. Tidak ada yang salah jika mas Agus memilih 'gaya' yang demikian. Ia tak ingin keluar dari kesan 'good boy', santun, merangkul kelas bawah dan berupaya keras untuk keluar dari kesan 'tidak matang'.

Bu Sylvi sebetulnya bisa memainkan aspek pengalaman dalam menyuguhkan data, namun informasi yang disampaikan terlalu penuh sehingga audiens 'sesak' oleh sesuatu yang belum tentu mau mereka dengar. Akhirnya substansi inti pembicaraan menjadi bias.

Namun, bu Sylvi cukup arif untuk mau turunkan 'state'nya (kondisi emosi). Beliau betul-betul bisa memainkan peran sebagai partner ketimbang 'ibu anak' atau mentor dan mentee-nya. Kita tidak melihat rentang usia dan jam terbang yang jauh ketika melihat performa keduanya. Disini point menarik dari bu Sylvi.

Lanjut ke paslon nomor dua. Pak Ahok dan pak Djarot menggunakan strategi bertahan sambil diam-diam menyerang dengan mengandalkan serangan balik. Positioning yang di gunakan pasangan ini adalah 'kami lebih tahu, kami lebih pengalaman, yang lain tidak!"

Gesture yang digunakan pak Ahok menyampaikan pesan untuk selalu mengklarifikasi dan menyatakan bahwa anda tidak lebih tahu dari saya. Sehingga siapapun yang hendak menyerang akan mudah ditangkis dengan gesture dan ekspresi demikian. Ini bagus sekali untuk menjatuhkan psikologis lawan sehingga setiap ekspresi seolah tersemburat pesan,"jangan macam-macam deh!"

Secara alami, wajar saja jika demikian karena pak Ahok menyadari bahwa ia sedang diserang dari dua pihak. Saya menduga, kubu mas Agus dan Bu Sylvi 'terpengaruh' oleh efek psikologis ini. Terbukti ketika mas Sandi hendak menyampaikan pertanyaan kepada bu Sylvi untuk menyerangnya, namun tidak diladeninya. Kemudian mas Agus mengkonfirmasi lagi strategi menyerang dengan tangan lawan tersebut saat bicara.

Keberhasilan berikutnya ketika pak Ahok menggunakan bahasa tubuh 'memisahkan' antara kubu satu dan paslon tiga ketika pak Anies bertanya kepada bu Sylvi, "jadi apa pertanyaannya?" Dan momentum tersebut dimanfaatkan optimal oleh pak Ahok yang menilai sukses, berhasil membenturkan kubu satu dan tiga ketimbang menyerangnya.

Pertahanan Ahok jebol, ketika dia menyuguhkan data yang salah untuk menyerang pak Anies dengan menyebutkan Kemendikbud ada di peringkat 22. Hal tersebut awalnya cukup dianggap telak, namun berakhir dengan blunder yang membuat ekspresi malunya tak bisa dibendung ketika pak Anies meralat.

Pak Djarot memainkan peran kebapakan dan bijaksana sebagai cara untuk menutupi stigma terhadap pak Ahok yang kasar, emosional dan tidak manusiawi. Maka dengan intonasi rendah, datar serta pemilihan diksi yang menyentuh seperti, melayani sepenuh hati, hati nurani, keadilan, kesejahteraan, merupakan strategi yang tepat jika diucapkan oleh pak Djarot. Bawah sadar audiens akan menolak jika itu disampaikan oleh pak Ahok. Konsultan komunikasi mereka cukup tepat memilihkan strategi ini.


Berikutnya kita ke paslon nomor tiga. Jujur, ini amat subyektif jika menilai gaya komunikasi pak Anies Baswedan, karena sejak dulu (meskipun kami ada pada pihak yang berseberangan) saya menganggap pak Anies ini yang paling 'berbahaya' retorikanya.

Dulu, ketika pak Anies ada di pihak Jokowi, saya menjadikan beliau sebagai benchmark jika sewaktu-waktu saya harus berdebat dengan timses mereka. Sementara, kami di timses Pak Prabowo Hatta terus mengkaji teknik dan strategi komunikasi seperti apa yang terbaik untuk menghadapinya. Pak Anies inilah yang jadi catatan utama saya dulu. Jadi saya sudah hafal betul gaya komunikasi dan logika perdebatannya.

Cara menyerang yang elegan, akurat dan presisi adalah ciri khasnya. Tapi penampilan barusan benar-benar tajam. Banyak bahasa simbol yang dihamburkan sehingga seolah setiap kata yang meluncur adalah silet yang siap menyayat mental lawan.

Yang tidak mudah adalah bagaimana secara cepat untuk bangkit kembali ketika mental remuk diserang lawan, pak Anies amat piawai dan terlatih. Saya menduga pendidikan di barat-lah yang merupakan salah satu tempat penempaan mental debat yang demikian.

Data yang disampaikan betul-betul presisi sehingga sulit bagi lawan untuk menemukan celah. Ciri khas akademisi tidak hilang, cerdas, membangun harapan dan meyakinkan. Memanggil guru SMP-nya adalah salah satu simbol bahwa pak Anies menghormati dan menghargai jasa guru-nya meskipun diwaktu SMP. Ini adalah pesan bagi paslon yang sempat 'meremehkan' profesi dosen (guru) yang hanya berteori saja.

Sementara mas Sandi, terus saja mengkonfirmasi karakter ikhlas, sederhana, peduli dan rendah hati jika dinilai dari bahasa tubuh yang ia gunakan. Kami berjumpa pertama kali tahun 2008 saat beliau masih menjadi ketua HIPMI, lalu saat sama-sama di timses pilpres 2014 lalu, dan terakhir saat beliau hadir sebagai nara sumber saat wisuda sekolah public speaking kami Bintang Revolusi tahun lalu.

Orangnya ya memang begitu, kalem, sederhana dan sebetulnya 'saklek' atau tegas tapi tetap santun. Mas Sandi berulang kali menekankan pada aspek kompetensi dasarnya yakni bidang leadership dan entrepreneurship.

Tapi berbeda dengan pak Anies yang menyasar kalangan menengah atas, gaya komunikasi yang dipakai mas Sandiaga lebih membumi agar dapat dimengerti oleh kalangan menengah bawah. Ia berupaya sekali merefleksikan temuan-temuannya saat blusukan ke masyarakat lapisan bawah melalui kata-kata yang diucapkan. Padahal harusnya ide yang disampaikan bisa menggunakan bahasa 'kalangan atas' namun gaya yang dipilihnya seolah ingin mewakili jeritan hati masyarakat lapisan bawah.

Berbeda dengan mas Agus yang mencoba merangkul kalangan atas dengan istilah-istilah asing yang disampaikannya, mas Sandi seperti menghindari bahasa asing dan lebih memilih kata-kata keterwakilan.
Baca juga : Indonesia Akan Menjadi Negara Maju Dengan 4 Mega Proyek Besar Ini
Demikian ulasan singkat dari saya. Semoga bermanfaat dan anda makin piawai dalam berkomunikasi.
Salam spektakuler selalu!

#Archan

Read More

25 Jan 2017

Cara Mudah Membuat Novel yang Menarik dan Best Seller

Cara Mudah Membuat Novel yang Menarik dan Best Seller - Novel adalah sebuah karangan prosa yang panjang mengandung rangkaian cerita kehidupan seseorang dengan orang di sekelilingnya dengan menonjolkan watak dan sifat setiap pelaku. Penulis novel disebut novelis. Genre novel digambarkan memiliki "sejarah yang berkelanjutan dan komprehensif selama sekitar dua ribu tahun". Itulah penjelasan dari Wikipedia. Bagaimana Cara Mudah Membuat Novel yang Menarik dan Best Seller? Anda bisa coba beberapa tips berikut.

Cara Mudah Membuat Novel yang Menarik dan Best Seller

Novel apa yang ingin Anda buat?
Pertama yang harus anda fikirkan dan pertimbangkan adalah tentang novel apa yang ingin anda buat? Apakah Novel Fiksi, atau Non Fiksi? Itu terserah anda. Asalkan sesuai dengan kriteria dan kemampuan.

Novel Fiksiadalah sebuah novel yang isinya bercerita tentang kehidupan manusia berdasarkan hasil imajinasi sang penulis novel tersebut. Dengan begitu, bisa dikatakan sebuah cerita fiktif yang sudah di karang secara rinci. Untuk contohnya bisa Anda baca novel Harry Potter.

Novel fiksi ini ternyata banyak juga peminatnya, meskipun terkadang jalan ceritanya di luar akal sehat manusia, akan tetapi sudah banyak yang diangkat ke film layar lebar dan menjadi sebuah tontonan yang menarik. Dan untuk novelnya sendiri, menjadi best seller.

Novel Non Fiksi, adalah sebuah novel yang didalamnya berisi kisah-kisah nyata dari cerita seseorang atau sesuatu yang ingin di gambarkan oleh sipenulis berdasarkan keadaan sesungguhnya (realita). Seperti halnya novel fiksi, novel non-fiksi juga banyak di minati dan sering menjadi best seller, seperti novel yang di tulis oleh Raditya Dika. Mungkin juga anda bisa menemukan contoh lainnya dari novel non fiksi, karena saat ini sudah semakin banyak genre yang di tulis oleh para novelis untuk novel-novel mereka. Dari mulai genre horor, komedi, hingga percintaan. Semua itu tergantung keinginan dari si penulis tersebut. 

Nah sekarang, novel apa yang ingin anda buat? Tentukanlah dari sekarang!

Tentukan alur ceritanya semenarik mungkin
Umumnya, novel pada lembaran pertama selalu sulit di tebak jalan ceritanya, tapi juga terdapat cerita-cerita yang langsung pada permasalahan. Hal itu diyakini dapat membuat para pembaca mereka penasaran dan ingin terus membuka lembaran demi lembaran hingga mengakhiri jalan cerita novel yang dibacanya. Anda bisa tiru itu! Namun jika anda ingin membuat hal yang berbeda, silahkan di praktekkan. Barangkali novel yang anda buat nantinya bisa menginspirasi penulis novel lainnya untuk merubah peraturan yang sudah ada... heehe.

Seperti apa contohnya? Misalkan Anda memilih genre horor, cobalah tulis kejadian yang seru dari titik permasalahan diawal lembaran, lalu di buat menjadi flash back dan hingga pada waktunya melanjutkan jalan ceritanya hingga akhir. Gimana? Masih bingung? Sekarang coba bayangkan cerita apa yang ingin anda tulis?

Saya gambarkan, misalnya ingin membuat cerita horor yang didalamnya terdapat pembunuhan sadis. Maka saya akan menulis di awal lembaran dimulai dengan menceritakan tokoh utama di bunuh oleh seorang penjahat, sehingga menjadikannya hantu penasaran. Setelah itu, saya akan melanjutkan kisahnya dengan mundur. Artinya, pada lembaran kedua saya akan membawa pembaca ke latar belakang cerita yang sebenarnya. Bukankah itu juga akan membuat pembaca penasaran?

Ya, mungkin itu bukanlah cara yang baru. Tapi saya yakin, anda pasti akan menemukan terobosan terbaru untuk novel masa depan. Oleh sebab itu, pikirkanlah dengan jalan ceritanya dan buatlah cerita itu seperti nyata. Sehingga mampu menghipnotis para pembaca yang baru pertama kali membaca novel anda. Tentunya, pikirkan juga terobosan baru dari kreatifitas anda sendiri, agar novel yang dibuat seperti hasil dari profesional dan mempunyai ciri khas tersendiri.

Buat jalan cerita yang berbeda dari yang lainnya
Logikanya, jika sebuah novel bergenre horor dan ada 5 orang yang menulisnya, pasti isinya akan berbeda. Jika ke-5 penulis tadi membuatnya tanpa mencontek dari penulis yang lain. Masalahnya, meskipun ditulis dari tangan yang berbeda dan dari pemikiran yang berbeda pula, terkadang tidak lepas jalan ceritanya hampir mirip. Seperti yang pada film-film horor di Indonesia. Pasti jalan ceritanya mudah di tebak, sehingga penonton akan merasa bosan. Begitupun novel, pasti pembaca juga akan merasa bosan, jika isinya hanya itu-itu saja.

Belajar dari pengalaman tersebut, maka cobalah membuat alur cerita yang sedikit berbeda dari yang lainnya. Meskipun genre yang dipilih adalah horor, tidak harus jalan ceritanya tokoh utama membunuh hantunya, atau tokoh utama yang menjadi hantunya. Itu semua terserah anda! anda yang menulis, anda pula yang pegang kemudinya. Dengan sebuah kreatifitas, saya yakin akan menciptakan sebuah novel dengan jalan cerita yang lebih menantang dan membuat pembaca sulit menduganya.
Baca juga: Menikmati TedX dengan Cara Berbeda
Bawa pembaca kedalam dimensi cerita yang Anda buat
JK Rowling, sukses membuat Harry Potter menjadi best seller disetiap episode nya. Hal ini di karenakan, cerita dari Harry Potter mampu membuat para pembaca seperti masuk kedalam jalan ceritanya. Meskipun cerita tersebut sangat bertolak belakang dengan kenyataan, faktanya pembaca bisa merasakan pengalaman yang berbeda dari novel-novel fiksi sebelumnya, dan juga dapat membuat para pembaca penasaran dan mendapat pengalaman baru yang sangat menyenangkan. Meskipun hanya pada sebuah tulisan.

Belajar dari Harry Potter, tentu anda bisa menyimpulkan. Bahwa di setiap kalimat yang ditulis, harus mampu membangkitkan imajinasi dari pembaca novel tersebut. Jika pembaca sudah terbawa kedalam imajinasinya, maka bisa dipastikan mereka akan menyukai novel yang anda buat. Namun, jika anda lengah pada pertengahan cerita, maka bisa saja mereka akan mengakhiri membacanya. Karena beranggapan, novel yang anda tulis terlalu memaksakan ceritanya.

Yang harus diingat dari pembaca adalah, para penikmat novel akan dengan teliti membaca disetiap kalimat yang di baca. Dari tiap-tiap lembaran yang dibalik, tentunya banyak kalimat yang akan mereka baca. Jika saja mereka tidak dapat memahami jalan ceritanya hingga dua lembar, maka kemungkinan besar novel yang sudah anda tulis dengan susah payah tidak akan mereka selesaikan. Jadi sangat perlu hati-hati untuk menulis di tiap-tiap kalimatnya,agar pembaca tetap terbawa oleh imajinasi mereka.

Tentukan akhir cerita yang menyisakan kenangan
Sebuah novel mampu membuat pembacanya ingin terus-menerus membaca novel tersebut tanpa bosan, meskipun sudah dibaca lebih dari 3 kali. Hal tersebut dikarenakan, akhir dari cerita yang di tulis mampu membuat kenangan tersendiri untuk yang membacanya. Jika saja akhirnya tidak ada kesan, maka cerita yang di sajikan dari awal hingga pertengahan di rasa sangat seru, namun pada akhir ceritanya terasa biasa saja, maka pembaca tidak akan merasakan kenangan apa-apa pada novel Anda.

Seperti yang terjadi pada film-film Hollywood. Film-film mereka terkenal dengan efek yang sangat nyata, dan juga jalan ceritanya sangat mengagumkan. Tapi ternyata, ada sedikit kelemahan pada film-film tersebut, yaitu pada akhir ceritanya. Itu terasa begitu datar dan kurang memberikan kesan yang menarik maupun menciptakan sebuah kenangan. Misalnya pada film Suicide Squad dan Ghost Rider. Film tersebut memang sangat memukau menurut saya. Akan tetapi pada akhir ceritanya, terasa sangat standar dan terasa tidak ada kesan apa-apa maupun ketegangan. Itu menurut penilaian saya.
Silahkan Baca juga : 5 Channel Youtube Motivasi Yang Wajib Kamu Subscribe!
Oleh karena itu, bisa di pastikan bahwa akhir cerita itu sangat menentukan untuk membuat pembaca terpesona dengan tulisan anda. Apa lagi anda seorang novelis baru, pasti sangat perlu yang namanya sebuah terobosan. Jika seperti itu, sangat di sarankan untuk membuat akhir cerita yang benar-benar menegangkan untuk pembaca dan menciptakan sebuah kenangan yang berharga untuk mereka. Dengan begitu, mereka akan menyukai karya-karya anda selanjutnya. 

Selamat Mencoba dan Good Luck.!!
Read More

23 Jan 2017

7 Langkah Memberikan Pertolongan Pertama Pada Korban Luka Bakar

7 Langkah Memberikan Pertolongan Pertama Pada Korban Luka Bakar - Luka bakar adalah luka yang terjadi akibat sentuhan tubuh dengan benda-benda yang menghasilkan panas, seperti api, air panas, listrik atau zat-zat yang bersifat membakar. 

7 Langkah Memberikan Pertolongan Pertama Pada Korban Luka Bakar


  1. Begitu terkena benda atau cairan panas langsung singkirkan pakaian disekitar luka bakar. Lakukan sesegera mungkin, jangan sampai benda atau cairan panas tersebut mengenai pakaian yang lelehannya bisa jatuh ke kulit.
  2. Segera basuh luka dengan air dingin,kira-kira selama 15 menit atau lebih sampai luka terlihat lebih baik. Hal ini dilakukan untuk mendinginkan luka sebelum terkena obat.
  3. Kompres luka dengan kain kasa,jangan gunakan kapas atau bahan lain yang sekiranya bisa menempel di kulit.
  4. Hindari penggunaan odol, mentega atau salep apapun, karena hal tersebut bisa menyebabkaan luka korban akan semakin parah. Cukup dengan air dingin sudah bisa meredakan nyeri luka bakar. 
  5. Jika memungkinkan, gunakan salep luka bakar “bioplasenton” hal tersebut akan sangat membantu korban.
  6. Segeralah periksakan luka bakar ke dokter untuk menghindari infeksi bakteri. Jika terinfeksi bakteri korban akan terserang demam, radang bahkan bernanah.
  7. Untuk luka bakar yang cukup serius , sebaiknya langsung dibawa ke dokter atau rumah sakit. Hal ini karena bisa-bisa jaringan kulit korban akan rusak dan merusak sistem kerja tubuh lainnya. Korban harus secepatnya mendapat perawatan intensif.
Baca juga : Memberikan Pertolongan Pertama Pada Korban Tenggelam
Itulah 7 langkah pertama yang bisa anda lakukan jika bertemu dengan korban luka bakar. Semoga bermanfaat.
Read More