6 Mei 2016

5 Tips Menyikapi Rekan Kerja Yang Cara Kerjanya Selalu Salah

5 Tips Menyikapi Rekan Kerja Yang Cara Kerjanya Selalu Salah - Menjalani sebuah pekerjaan, pasti kita membutuhkan seorang partner atau rekan kerja. Hal itu bertujuan supaya dapat meringankan pekerjaan kita. Tapi bagaimana bila rekan kita tersebut malah menyusahkan kita atau tidak sesuai harapan kita dalam mengemban tugasnya? Tentu itu akan membuat kita kesal dan sangat marah, bukan? Memang hal ini sudah umum terjadi di dalam dunia pekerjaan. Dan saya pun juga kadang merasakannya. Untuk itu saya ingin berbagi 5 tips menyikapi rekan kerja yang cara kerjanya selalu salah.

5 Tips Menyikapi Rekan Kerja Yang Cara Kerjanya Selalu Salah

Sebelum saya memberikan tipsnya, ada baiknya Anda mengetahui kenapa rekan Anda selalu salah dalam bekerja? Entah itu karena memang sudah wataknya atau ada hal lainnya. Tapi menurut saya, rekan kerja yang seperti itu lebih dominan dari sikap aslinya atau watak. Karena mereka cenderung menganut pola hidup "hidup-hidup saya, kenapa Anda yang repot". Jika seseorang yang sudah memegang prinsip hidup seperti itu, maka sudah jelas akan sulit di beri masukan dan arahan. Meskipun itu di dalam pekerjaan. Dan untuk solusinya ya harus merubah prinsip hidupnya itu. 

Dan berikut tips menyikapi rekan kerja yang menyebalkan:

1. Beri Arahan yang Jelas dan Detil

Jika rekan kerja Anda lebih suka mengerjakan pekerjaannya sesuai kehendaknya, padahal di luar aturan main perusahaan Anda, maka tugas Anda memberi rekan Anda arahan atau kampanye khusus yang lengkap dan secara detil. Seperti apa cara kerja yang efisien berdasarkan standar perusahaan? Itu yang harus Anda kasih tahu ke rekan kerja Anda tersebut. Lalu biarkan dia mengerjakannya dan tugas Anda selanjutnya cukup mengawasi saja.

2. Mengawasi Cara Kerja Rekan Anda

Setelah Anda memberi kampanye yang secara mendetil, maka Anda pun perlu mengawasinya. Siapa tahu rekan Anda tetap seperti semula sebelum Anda kasih tahu. Tapi juga jangan terlalu berlebihan mengawasinya! Andapun tidak suka kan bila kerja Anda terus-terusan di awasi oleh orang lain? Cara mengawasinya cukup dasar kejauhan saja, tapi jangan jauh-jauh juga. Sesekali Anda menengok pekerjaan rekan Anda seraya mengajak ngobrol biar tidak curiga bahwa Anda saraf hg memata-matai nya. Jika masih terlihat sama, tegur rekan Anda tersebut.
Baca juga : Merasa Stress Karena Pekerjaan? Cobalah Tips Berikut.
3. Tegur Jika Masih Tetap Salah

Jika Anda masih merasa bahwa kinerja rekan Anda masih salah, tegur dia tapi dengan cara yang halus. Cara yang halus yang di maksud yaitu, ketika Anda mengajak ngobrol rekan Anda, padahal Anda bermaksud mengintip kinerjanya. Dan di situ Anda melihat bahwa rekan Anda masih melakukan kesalahan. Segera alihkan pembicaraan Anda dengan rekan Anda ke pekerjaannya. Tanyakan "bagaimana pekerjaanmu?" Dan langsung tegur "loh, kok kayak gini? Ini salah. Coba deh kamu baca lagi prosedurnya!". Setelah itu, silahkan Anda beri arahan kembali. Setelahnya, Anda biarkan rekan Anda kembali dengan pekerjaannya.

4. Sabar bila masih sering salah

Anda sudah memberi dua kali arahan, namun rekan Anda masih belum mengerti atau masih sering melakukan kesalahan. Maka Anda harus bersabar! Bukan sabar mengelus dada yang saya maksud. Tapi sabar dengan membantu memperbaiki pekerjaannya yang salah. Biar gimanapun, dia adalah rekan Anda. Setelah Anda selesai memperbaiki, beri tahu dia dengan agak tegas. Bahwa Anda tidak mungkin terus-terusan mengawasinya dan memperbaiki pekerjaannya yang terus-terusan salah. Supaya rekan Anda mengerti, bahwa Anda pun punya tugas yang lain.

5. BiarkanRekan Anda Menyelesaikan Tugasnya Sendiri

Bila sampai tahap ke empat tetap sama. Maka Anda perlu tindakan tegas. Tapi bukan memarahinya, melainkan membiarkan rekan Anda menyelesaikan tugasnya sendiri tanpa bantuan dan arahan Anda. Bila melakukan kesalahan, biarkan saja! Anda pura-pura tidak tahu. Bukannya mengajari Anda untuk sombong atau angkuh, tapi ini biar rekan Anda berfikir sendiri dengan masalahnya. Jika Anda terus membantunya, nanti yang ada rekan Anda tidak akan berkembang dan terus mengandalkan Anda. Dengan begitu, urusannya bukan dengan Anda lagi, melainkan dengan bos Anda. Intinya Anda sudah mencoba memberikan pengarahan dengan baik dan secara detil.

Lalu, bagaimana bila kelima poin di atas tidak bisa merubahnya? Itu berarti ada yang salah dengan rekan Anda. Seperti yang saya katakan di atas, bisa jadi itu sudah wataknya atau prinsip hidupnya. Kalau begitu, Anda cukup fokus dengan pekerjaan Anda saja. Bila Anda kesal, katakan saja apa yang membuat Anda kesal! Mungkin Anda juga di marahin atasan Anda karena kesalahan rekan kerja Anda, dan kebetulan status Anda sebagai penanggung jawab. Maka lebih baik ungkapkan saja, siapa tahu rekan Anda bisa mengerti dan mau merubah prinsip hidupnya dan cara kerjanya. Semoga bermanfaat.

Ada Pertanyaan atau Komentar? Silahkan sampaikan disini, InsyaAllah admin kami akan segera meresponnya.
EmoticonEmoticon