1 Jul 2016

Renungan! Keinginan, Kebutuhan dan Bagaimana Menyikapinya

Renungan! Keinginan, Kebutuhan dan Bagaimana Menyikapinya - Perjalanan hidup yang panjang, tentu akan menyisakan pengalaman dan cerita yang panjang pula. Banyak hal menarik yang bisa di jadikan hiburan, atau hal menyedihkan yang patut di jadikan pelajaran untuk lebih baik ke depannya.

Hidup itu indah, bila kita bisa memiliki apa yang kita inginkan dan apa yang kita butuhkan. Sayangnya Allah, hanya memberikan apa yang kita butuhkan saja. Itulah sebabnya manusia tidak akan pernah puas, atas apa yang mereka dapatkan. Jika saja manusia  bisa berfikir logis, Ia akan sadar betapa pedulinya Allah kepada manusia, sehingga lebih tahu apa yang kita perlukan untuk hidup kita, di banding hal yang kita inginkan justru tidak berguna untuk kita.

Renungan! Keinginan, Kebutuhan dan Bagaimana Menyikapinya

Cobaan untuk umat manusia sungguh beragam. Ada yang hidupnya terus miskin (susah) dari kecil hingga tua, ada yang miskin lalu kaya lalu miskin lagi, ada pula yang miskin dulu kemudian kaya raya dan sejahtera. Semua orang pasti menginginkan kesejahteraan dalam hidupnya, benar? Semua orang juga ingin bisa hidup kaya raya bergelimang harta, benar? Tapi benang takdir tidak seperti apa yang di harapkan manusia. Faktor nasib, keberuntungan, dan garis kuasa sang pencipta sangat berpengaruh besar atas takdir manusia. Tapi manusia bisa mengubah nasibnya. Yaitu dengan cara berikhtiar (berusaha)

Sering kali kita dapati manusia yang hanya mengeluh saja atas apa yang menimpanya. Atau mungkin kita pun tipe orang yang seperti itu? Tidak ada salahnya mengeluh! Karena itu faktor alami dari nafsu yang di miliki manusia. Tapi tidak baik juga, jika terus-terusan mengeluh tanpa usaha keras. Karena seburuk-buruknya manusia yang mengeluh, adalah manusia yang tidak pernah berusaha. Berusaha dalam hal yang kita kuasai untuk meraih kesuksesan sangat penting di banding hanya mengeluh, dan mengeluh saja. Itu pun dapat merubah nasib yang sedang di alami.

Orang mungkin berpikir bahwa garis hidupnya memang sudah seperti itu (susah), sehingga lebih sering bersantai di banding kerja keras. Padahal, apa yang sudah Allah gariskan untuk manusia, hanya menjadi rahasianya saja. Itu artinya, tak ada seorangpun atau semakhluk pun yang tahu, kecuali Allah sendiri.
Baca juga : Kenapa Kita Suka Mengeluh
Di saat kita terjatuh, yang ada di benak kita cuma keluh kesah dan rasa putus asa. Karena apa yang sudah di capai hilang begitu saja. Padahal itu adalah teguran sekaligus cobaan untuk kita, agar bisa lebih baik lagi di banding apa yang sudah di capai dari hari kemarin. Bila kita terjatuh dan kembali ke kehidupan yang serba susah, cobalah bayangkan dan pikirkan! Jadi apa kita dahulu? Dan siapa kita sebelum terjatuh? 

Bukankah kita dahulu lebih buruk dari hari kemarin sebelum kita di jatuhkan? Bukankah kita bisa melewatinya hingga mendapat kesuksesan? Harusnya kita jadi lebih kuat lagi dan bisa meraih yang lebih tinggi lagi dari hari yang lalu.

Manusia itu lebih sering melupakan hal baik di sekitarnya. Hanya mengingat hal buruk saja yang di lihat dan di alami. Itu bisa kita buktikan pada sebuah senyuman. Terkadang, orang sering berkata bahwa selama hidupnya tidak pernah sekalipun bahagia. Padahal, dia pernah tersenyum. Apa yang membuat dia tersenyum? Tentu rasa bahagia di hatinya. Itulah contoh manusia lebih sering melupakan hal baik, di banding hal buruk.

Sebagai manusia normal, tentu kita ingin terlihat keren di mata manusia lainnya. Sehingga, hal apapun kita lakukan agar dapat mewujudkan itu. Entah itu hasil minjam, ataupun membohongi teman sendiri. Yang penting, kita terlihat keren di mata orang lain. Padahal, untuk menjadi keren tidak perlu di lihat dari penampilan. Jaman sekarang penampilan cuma formalitas belaka. Untuk terlihat keren di jaman sekarang adalah sikap kedewasaan diri! 

Artinya, kita lebih bersikap secara logis dan bertindak sesuai kemampuan. Kita tidak perlu pakaian mahal, supaya di bilang keren. Karena kita memang tidak begitu membutuhkan itu semua. Tapi kita cukup untuk hidup tidak keren. Supaya orang lain tahu diri kita dan kekurangan kita.

Menurut saya, lebih baik menunjukkan kekurangan diri sendiri di banding menunjukkan sesuatu yang tidak kita punyai, atau kelebihan yang sebenarnya hanya sekedar omong kosong. Saya teringat kepada salah satu teman saya. Dia menyukai seorang gadis. Dia kenalan dan kemudian dekat. Hal yang paling tidak terduga adalah, motor yang dia bawa di akui sebagai motornya dia. Padahal kenyataan berbalik 360° dari ucapannya. Bukankah tindakan itu hanya akan mencoreng nama baiknya saja? Ya, itu adalah sikap yang tidak patut di contoh. Lebih baik, akui saja kelemahan kita. Lebih baik tidak terlihat keren, dari pada hanya akan menjatuhkan harga diri. Semoga bermanfaat!

Ada Pertanyaan atau Komentar? Silahkan sampaikan disini, InsyaAllah admin kami akan segera meresponnya.
EmoticonEmoticon