2 Sep 2016

6 Jenis Penyakit Mata Yang Harus Diketahui

6 Jenis Penyakit Mata Yang Harus Diketahui - Pada postingan kali ini, saya mungkin akan membahas suatu hal yang sedikit berbeda dari biasanya. Di karenakan, saya rasa ini hal yang musti di pahami oleh semua kalangan.

Yap, pada kesempatan kali ini saya ingin membahas mengenai beberapa jenis penyakit mata yang sudah mewabah di masyarakat Indonesia (khususnya). Di karenakan angka kebutaan di negara kita semakin banyak dan terus bertambah setiap tahunnya.
6 Jenis Penyakit Mata Yang Harus Di Ketahui

Kemunginan besar di akibatkan masyarakat kita belum mengetahui tentang penyakit mata, dan kurang pedulinya masyarakat untuk memeriksakan kesehatan matanya. Mungkin karena aktifitas yang sibuk.

Penyakit mata yang akan saya bahas ini, adalah penyakit mata yang sudah umum terjadi di masyarakat kita. Jadi, mungkin kita tahu, tapi kita tidak mengetahui secara detil. Sehingga sering terjadinya salah paham mengenai penyakit mata.

Penyakit mata itu ada 6 jenis. Namun, di bagi menjadi 2 golongan. Golongan yang pertama adalah, golongan Raflaksi (rabun). Dan golongan yang kedua adalah golongan Spot Blind (yang membutakan). Jadi ada rabun dan ada yang membutakan.

# Rabun

Penyakit rabun atau Raflaksi, ada 3 macam. Yaitu: Mins, Plus, dan Silinder. Banyak masyarakat yang bilang, bahwa ada juga rabun senja atau rabun ayam. Di mana, penderitanya akan kesulitan melihat ketika di waktu sore hari (senja). Padahal, rabun itu sebenarnya ada 3.

# 1. Rabun Mins (Myopia)

Rabun Mins, atau biasa di sebut rabun jauh, ini di mana si penderitanya akan kesulitan melihat suatu benda dari jarak jauh. Contoh kecilnya, ketika membaca suatu tulisan, akan kesulitan bila dari kejauhan. Jadi inginnya di dekatkan maksimal 5cm dari mata.

# 2. Rabun Plus (Hypermetropia)

Rabun Plus atau biasa di sebut rabun dekat, ini kebalikan dari rabun Mins. Artinya, si penderita akan kesulitan melihat suatu benda dari jarak dekat. Contoh kecilnya seperti membaca tadi. Jika dari dekat akan kesulitan, jadi inginnya di jauhkan.

Ciri-cirinya: tangannya lurus, kepala agak di mundurkan, dan kalau masih tidak jelas, matanya di kecilkan. Jika Anda pernah melihat orang ketika membaca seperti ciri-ciri yang di sebutkan tadi, berarti orang tersebut sudah terkena rabun dekat.

Sedangkan jarak pandangan normal ketika membaca itu, 30cm dari mata kita. Jika lebih ataupun kurang, berarti bisa di vonis mata kita sudah terkena salah satu dari rabun tersebut. Dan jika sudah terkena, saya himbaukan untuk segera di antisipasi atau di obati. Supaya apa? Di khawatirkan, jika di biarkan akan menyebabkan rabun yang ketiga, yaitu Rabun Silinder.

# 3. Rabun Silinder

Rabun Silinder atau sering di sebut rabun ganda. Itu di mana si penderitanya tidak bisa fokus melihat suatu benda. Baik dari jarak yang dekat, maupun jauh. Di karenakan tingkat kerabunannya sudah meninggi.

Gambaran sederhananya: ketika menatap sebuah pulpen, lama kelamaan pulpen yang tadinya satu, akan menjadi dua, tiga, bahkan seterusnya atau berbayang. Itu di karenakan mata kita sudah terkena Silinder atau rabun ganda.

Penyakit mata rabun memang tidak membutakan, tapi sangat merepotkan. Dan biasanya, seseorang yang sudah terkena rabun, akan menggunakan alat sambung baca (kaca mata). Padahal, kaca mata itu sifatnya hanya sekedar membantu, bukan mengobati.

Pertanyaannya: *boleh tidak sih, kita menggunakan kaca mata bila terkena rabun?*

Boleh-boleh saja! Asalkan jangan sampai ketergantungan. Artinya, kita cuma boleh mempergunakannya ketika di perlukan saja. Ketika saat ingin menulis ataupun membaca. Setelah itu, silahkan di lepas kaca matanya. Kenapa? Di khawatirkan bila kita secara rutin menggunakan kaca mata, mata kita akan di butakan oleh kaca mata. Bukannya saya menjelekkan suatu produk. Karena memang kaca mata bukanlah alat penyembuhan. Dan jika kita sudah ketergantungan dengan kaca mata, tingkat rabun kita akan terus meninggi dan akhirnya, mata kita di butakan oleh kaca mata.

Contohnya seperti apa? Jika kita tidak memakai kaca mata, maka kita akan kesulitan untuk melihat. Jadi untuk seterusnya, kita akan terus menggunakan kaca mata. Mau tidak mau, setiap 6 bulan sekali, kaca mata kita yang harus di obati (perbarui). Karena, tingkat kerabunannya terus meninggi.

# Spot Blind

Golongan Spot Blind atau yang membutakan pun sama ada 3 macam. Ini tidak merepotkan lagi, melainkan membutakan. Jadi, kita harus benar-benar memahaminya. Golongan Spot Blind sendiri terdiri dari: Katarak, Pterygium, dan Glaukoma.

# 1. Katarak

Penyakit mata katarak itu, di akibatkan karena pengeruhan terhadap lensa mata kita. Untuk melihat mata yang sudah terkena katarak, bisa kita lihat di hitam-hitam bola matanya. Dan itu di tandai dengan adanya noda putih. Noda putih itulah tanda pengeruhan lensa. Noda putih tersebut, awalnya hanya titik. Karena di biarkan akan melingkar hingga menutupi seluruh permukaan lensa mata kita. Dan mata kita di butakan oleh katarak. Katarak ini, merupakan penyakit mata yang paling banyak membutakan masyarakat kita. Di karenakan negara kita memiliki iklim tropis, dan juga tidak ada rasa yang di rasakan pada mata. Tidak ada rasa gatal, pedih, maupun sakit. Sehingga, penderita katarak menganggap bahwa matanya sehat-sehat saja. Padahal sedang dalam ancaman buta karena katarak.

Meskipun tidak ada rasa yang di rasakan pada matanya, yang namanya penyakit, pasti ada keluhannya. Dan keluhannya ialah, mata kita terlalu sensitif terhadap cahaya. Dan jika pada malam hari, melihat lampu yang menyala, seperti ada lingkaran pelangi. Dan, ketika berada di ruangan dengan pencahayaan yang rendah, penderita katarak akan kesulitan melihat. Inilah yang sering di sebut rabun senja. Jadi, rabun senja itu salah satu gejala katarak. Bahkan sebenarnya, rabun senja itu di akibatkan karena pengaruh penyakit yang kita punya. Seperti diabetes, darah tinggi, darah rendah, dan beberapa penyakit mata.

Dan jika sudah menebal noda putih tersebut, penglihatan kita seperti di halangi oleh kabut. Padahal tidak ada kabut di depan kita, dan itu di sebabkan oleh noda tersebut yang sudah menebal di lensa mata kita.

# 2. Pterygium 


Penyakit mata ini, bisa kita lihat di bagian sudut bola mata kita. Jika ada selaput menyerupai gaji bening di pojokan mata kita, baik di kanan maupun di kiri, itu artinya mata kita terkena gejala Pterygium. Dan selaput ini sifatnya hidup. Jika di biarkan, akan terus menjalar hingga menutupi seluruh permukaan lensa mata kita.



Awal pertumbuhannya di tandai dengan urat merah yang keluar di kornea mata kita. Urat merah tersebut muncul di sebabkan sering terkena debu (kelilipan), dan biasanya kita akan mengucek mata kita. Dari kucekkan tersebutlah, munculnya urat merah, dan akan menjadi sarangnya bakteri di mata kita. Di tambah lagi mata kita sering kemasukan keringat, maka itu akan mempercepat pertumbuhan selaput tersebut. Jadi berhati-hatilah, agar terhindar dari penyakit Pterygium. Dan bahkan, hal ini juga bisa di sebabkan karena kornea mata kita sering kecolok. Itu juga akan menimbulkan urat merah.

Keluhan yang di rasakan, yaitu: mata sering gatal, bila terkena angin terasa pedih, dan juga bila berkedip seperti ada yang mengganjal. Dan yang mengganjal itulah selaput yang sudah menebal atau sudah tumbuh.

# 3. Glaukoma

Penyakit mata glaukoma, tidak bisa kita lihat dari fisik matanya. Karena yang rusak bukan fisik mata, melainkan saraf optik yang menghubungkan bola mata ke otak kecil kita ada kerusakan. Dan kerusakannya pun secara perlahan (kecuali karena kecelakaan). Jadi kita tidak akan tahu, kapan glaukoma menghampiri mata kita.

Rusaknya saraf optik ini, di akibatkan adanya penekanan bola mata. Bila tekanan yang di hasilkan bola mata terus meningkat, maka saraf optik pun akan mendapatkan beban yang cukup berat. Dan secara perlahan, kerusakan pada saraf optik akan tercipta, bila terus di tekan.

Fungsi saraf optik sendiri, selain untuk menghubungkan bola mata ke otak kecil, juga berfungsi untuk menyaring apa yang mata kita lihat, dan kemudian akan di simpan di otak kecil kita. Jadi, jika ada kerusakan pada saraf optik kita, otomatis pandangan kita pun akan berkurang. Apa lagi sampai putus, otomatis mata kita tidak bisa melihat lagi, meskipun fisik mata kita di bilang sehat. Gambaran sederhananya, lampu sebaya apapun, jika kabel pengunjungnya putus, pasti tidak akan menyala. Begitu pula mata kita. Jadi, sebisa mungkin kita harus bisa menjaga saraf optik kita.
Baca juga : Manfaat Jagung Ada Pada Air Rebusannya, Loh! Sudah Tahu?
Adapun penyebabnya di karenakan, komplikasi penyakit darah tinggi dan diabetes militus, faktor keturunan, kecelakaan yang menyebabkan kepala terbentur benda keras yang menyebabkan saraf optik putus, dan juga hal sepele yang bisa kita lakukan. Apa saja? Kurang tidur, menonton TV sambil tiduran, dan kegiatan lainnya yang menyebabkan penekanan pada bola mata. Jadi kalau bisa, kurangi saja. Karena kalau di hindari, pasti tidak akan bisa. Karena sudah menjadi dari kegiatan kita sehari-harinya.

Dan sebenarnya, faktor keturunan yang paling menentukan terjadinya penyakit mata. Maka dari itulah, meski usia kita sudah lanjut, di harapkan mata kita masih bisa melihat dengan jelas dan sehat-sehat saja. Supaya, kita tidak mewariskan penyakit mata untuk keturunan kita selanjutnya.

Itulah 6 Jenis Penyakit Mata yang Harus Diketahui, semoga bermanfaat.