23 Sep 2016

Cara Mencegah Sleep Paralysis (Ketindihan)

Cara Mencegah Sleep Paralysis (Ketindihan) - Mungkin anda pernah mengalami kondisi dimana anda sedang tidur terlelep kemudian anda terbangun secara tiba-tiba. Namun anda merasakan sekujur tubuh membeku dan sulit bergerak, bahkan untuk sekedar berteriakpun mengalami kesulitan. Anda merasakan seolah-olah ada bayangan hitam yang sedang membekap. Anda kemudian mulai berfikir bahwa- ada sosok makhluk gaib yang sedang mengganggu Anda. Berbagai cara mungkin Anda lakukan, membaca doa atau mencoba berteriak minta tolong misalnya. Itulah yang sering disebut sleep paralysis atau orang menyebutnya “ketindihan” (jawa) atau juga “reprepan” (sunda). 

Cara Mencegah Sleep Paralysis (Ketindihan)

Dalam dunia medis sleep paralysis merupakan masalah medis yang biasa terjadi dan merupakan gangguan tidur. Saat hal ini terjadi , biasanya bagian-bagian dari tubuh anda, khususnya lengan, kaki dan torso akan lumpuh. Selain itu juga anda merasakan tekanan berat di dada, sehingga anda akan merasakan sesuatu sedang menekan atau menindih dada. Selanjutnya, anda akan sesak nafas.

Selain masalah ketidakmampuan untuk mengontrol gerakan tubuh atau lumpuh, hal lain yang sering terjadi adalah munculnya suara-suara, seperti garukan-garukan didinding, suara tertawa atau suara-suara mengganggu lainnya, yang terasa amat nyata.

Menurut beberapa penelitian di Amerika , sleep paralysis berhubungan dengan gangguan tidur yang terjadi pada tahap tidur paling dalam (REM). Sebagai gambaran bagi anda, terdapat 4 tahapan pola tidur. 
  • Tahap 1, merupakan tahap tidur yang paling ringan (drowsiness) dimana anda masih menyadari kondisi di sekeliling anda .
  • Tahap 2, yaitu tahap tidur yang lebih dalam.
  • Tahap 3, merupakan tahapan tidur yang jauh lebih dalam lagi. Sebenarnya tahap 3 merupakan tahap peralihan dari tahap 2 menuju tahap berikutnya.
  • Tahap 4, merupakan tahap paling dalam (REM–rapid eye movement).
Malfungsi tidur atau ganguan tidur terjadi saat gelombang otak tidak mengikuti pola tidur yang seharusnya berjalan. Misalnya seperti yang terjadi pada penderita sleep paralysis, dimana biasanya penderita mengalami lompatan-lompatan tahapan tidur. Karena tahapan-tahapan tidur tidak berjalan normal, tubuh tidak siap saat otak anda terbangun dari tahap REM. Artinya anda sudah sadar, namun karena tubuh anda belum terbangun, anda merasa seolah sulit untuk bergerak.

Beberapa penelitian sleep paralysis tidak terlalu berbahaya bila dibandingkan dengan gangguan tidur lainnya seperti sleep apnea dan sleep walking. Namun anda tetap harus mewaspadainya. Beberapa ahli mengaitkannya dengan narcolepsy, kondisi neurologik dimana seseorang tidak mampu mengontrol tubuhnya saat tidur. Sementara beberapa ahli mengaitkannya dengan stres dan kurang tidur.

CARA MENCEGAH SLEEP PARALYSIS (KETINDIHAN)

Posisi tidur anda juga memiliki peranan dalam memicu sleep paralysis. pada sebagian besar kasus, sleep paralysis lebih sering terjadi pada pada orang orang yang tidur dengan posisi terlentang, wajah menghadap ke atas dalam waktu yang cukup lama. Karena itu usahakan untuk lebih sering mengubah posisi tidur anda.
Baca juga : 5 Manfaat Berjilbab Bagi Wanita
Kemudian cobalah untuk mulai memperhatikan pola tidur anda. Jika anda sering mengalami gangguan sleep paralysis, buat catatan mengenai hal itu, misalnya kapan dan seberapa sering anda mengalaminya. Nah, jika hal tersebut mulai terasa sangat mengganggu anda. Tidak ada salahnya Anda menghubungi dokter. 

Selain itu, anda juga dapat melakukan terapi-terapi ringan misalnya menjadwalkan jam yang sama untuk tidur setiap hari, serta dengan durasi yang sama. Usahakan juga untuk tidak melakukan olahraga atau makan apapun saat anda mendekati jam tidur Anda. Semoga bermanfaat.

Ada Pertanyaan atau Komentar? Silahkan sampaikan disini, InsyaAllah admin kami akan segera meresponnya.
EmoticonEmoticon