4 Sep 2016

Kesuksesan Berdasarkan Tingkatannya

Kesuksesan Berdasarkan Tingkatannya -  Sukses, adalah satu kata yang mudah di ucapkan, namun sulit untuk di dapatkan. Beberapa orang mungkin sudah mendapatkan kesuksesan dari caranya masing-masing. Lalu, bagaimana dengan Anda?

Sukses bisa diartikan keberhasilan atau pencapaian yang sesuai target. Tapi kebanyakan orang menganggap, bahwa sukses itu mempunyai kekayaan yang melimpah, memiliki harta di mana-mana, dan bebas dari aturan bos, yang di anggap selalu mengatur-atur hidupnya.

Kesuksesan Berdasarkan Tingkatannya

Tapi tahukah Anda, jika sukses itu memiliki tingkatan tersendiri berdasarkan status manusia itu sendiri? Jika tidak, mungkin selama ini Anda keliru dalam mendefinisikan arti kata "sukses". Yup, benar sekali! Anda ataupun saya, pasti berfikir, bahwa sukses itu bebas dari aturan bos dan memiliki kekayaan yang melimpah. Tapi sekarang, mari kita berfikir jernih.

# Kesuksesan berdasarkan tingkatnya

Seperti yang kita tahu, sukses itu adalah pencapaian hasil kerja keras kita hingga mendapat hasil yang sudah kita rencanakan jauh sebelum kesuksesan itu kita dapatkan. Itu artinya, kita bisa sukses dalam hal apapun. Contohnya, ketika kita mengemban suatu amanah, tentu kita akan melakukan atas perintah dari orang yang memberikan amanah tersebut. Dan jika berhasil, kita dikatakan sukses dalam mengemban amanah tersebut.

Tapi sukses seperti apa yang Anda maksud? Mungkin maksud Anda, sukses menjadi orang kaya? Jika benar begitu, mari kita bahas disini.

# Suksesnya seorang pedagang

Seorang pedagang, bukanlah seorang karyawan dari perusahaan besar ataupun terkenal. Itu artinya, mereka tidak ada aturan dari seorang atasan ataupun bos. Tapi, apakah pedagang tersebut adalah orang yang sukses?

Pedagangpun di bagi menjadi dua golongan. Ada yang berdagang atas modalnya sendiri, dan ada pedagang yang menjualkan dagangan orang lain (tanpa modal). Lalu, bagaimana mereka bisa di katakan sukses? Kita bahas dulu pedagang yang dengan modalnya sendiri.

*Pak Ari adalah pembuat cangkul. Dengan keahliannya membuat cangkul, makanya beliau berniat untuk menjadi pedagang cangkul saja. Beberapa tahun kemudian, cangkulnya laris manis manis, bahkan sudah memiliki pelanggan tetap yang banyak. Karena saking kewalahan nya, beliau pun membayar seseorang yang membantunya. Hingga akhirnya, pak Ari mendirikan pabrik cangkul sendiri.*

Dari kisah pak Ari di atas, tentu kita bisa menyimpulkan, bahwa pak Ari sudah mendapatkan kesuksesannya sebagai pedagang cangkul. Kenapa bisa di katakan sukses? Karena pak Ari berhasil membesarkan usahanya dan memiliki karyawan sendiri. Itu poin sukses yang di dapatkan pak Ari. Lalu bagaimana dengan pedagang tanpa modal?

*Bu Lena menjual kue yang dibuat oleh Bu Sri. Bu Sri adalah seorang ibu rumah tangga yang memproduksi kue-kue unik. Bu Lena tertarik untuk mendagangkan kue yang di buat oleh Bu Sri, dan juga berharap mendapat komisi dari hasil penjualannya. Beberapa tahun kemudian, Bu Lena ingin membuat kue sendiri dan mendagangkan kue buatannya. Hingga akhirnya, beliau berhasil dan mempunyai produksi kue sendiri.*

Dari cerita Bu Lena di atas, tentu ada sedikit perbedaan kesuksesan dengan cerita pak Ari. Jika pak Ari bisa sukses karena usahanya besar dan memiliki karyawan, maka Bu Lena sukses karena berhasil memiliki produksi kue sendiri. Dan itulah contoh kesuksesan seorang pedagang.


# Kesuksesan seorang karyawan

Bagaimana dengan kesuksesan seorang karyawan? Yang selama ini kita anggap bahwa karyawan itu bukanlah orang sukses. Karena masih memiliki atasan. Padahal, menjadi karyawan juga bisa menemukan kesuksesan. Seperti apa karyawan yang bisa di katakan sukses?

*Gilang bekerja di suatu perusahaan yang terkenal di  Indonesia. Awalnya Gilang hanyalah karyawan baru di perusahaan tersebut. Karena kinerjanya yang bagus serta disiplin, maka Gilang di angkat sebagai karyawan tetap, dan juga di naikan pangkatnya.*

Dari cerita tersebut, apakah Anda sudah menerima gambaran kesuksesan seorang karyawan? Jika belum, mari kita koreksi!

Gilang awalnya hanya karyawan baru. Karena Gilang orangnya disiplin dan kinerjanya bagus, jadi Gilang di angkat dan dijadikan karyawan tetap. Itu kesuksesan seorang karyawan. Pengangkatan itulah titik suksesnya. Jadi, apakah Anda masih berfikir bahwa menjadi seorang karyawan belum sukses?


# Suksesnya seorang bos

Bos disini adalah seseorang yang mempunyai kekuasaan pada perusahaan. Dengan kekuasaan tersebut, mungkin kita anggap bahwa bos itu orang sukses. Tapi bila dilihat dari sudut pandang yang berbeda, ternyata bos itu belum sukses. Bila masih mempunyai satu perusahaan dan perusahaannya belum berkembang.

Menjadi seorang bos, tentulah harus mempunyai strategi supaya perusahaan yang dibangunnya dengan susah payah bisa tetap bertahan, berkembang, bahkan bisa memiliki cabang. Tapi bila perusahaannya tetap berjalan di tempat, itu sama saja masih merintih. Artinya, sama saja belum sukses.

Jadi, apakah kita mengira bahwa bos itu orang yang sukses? Bila di lihat dari sudut pandang melalui riwayat hidupnya, mungkin bisa dikatakan sukses. Karena bos tersebut awalnya menitih karir terlebih dahulu, hingga menjadi bos. Tapi masalahnya, sesudah menjadi bos, dia pun masih mempunyai tantangan untuk bisa sukses lagi dalam mengelola perusahaannya. Itu sama saja belum sukses.

Untuk itu, bila kita merasa bahwa kita belum juga sukses, mari kita bersama-sama merenungkan kesuksesan apa yang sudah kita raih? Karena, kesuksesan itu mempunyai tingkatannya masing-masing, dan juga bisa kita raih dari hal apapun.

Bila Anda ingin sukses dengan menjadi orang kaya, silahkan kejar kesuksesan yang ingin Anda raih. Tapi ingat, setelah mendapat kesuksesan itu, masih ada tingkat kesuksesan lainnya yang harus Anda raih juga. Supaya, tidak sampai di satu titik saja. Semoga bermanfaat.

Ada Pertanyaan atau Komentar? Silahkan sampaikan disini, InsyaAllah admin kami akan segera meresponnya.
EmoticonEmoticon