Showing posts with label Motivasi. Show all posts
Showing posts with label Motivasi. Show all posts

24 Sept 2016

Mau Tahu Alasan Karyawan Hebat Berhenti Meskipun Menyukai Pekerjaannya?

Mau Tahu Alasan Karyawan Hebat Berhenti Meskipun Menyukai Pekerjaannya? - Ada banyak alasan mengapa orang mengubah pekerjaan. Jaman sekarang, itu adalah hal biasa bagi seseorang untuk mendapatkan pekerjaan tetap selama sisa hidup mereka. Ada banyak peluang dan hidup kita dipenuhi dengan keragaman dan fleksibilitas. Namun, sering ada pola mengapa orang memutuskan untuk beralih dari apa yang tampaknya merupakan kerja ideal dan itu bukan hanya tentang uang atau lokasi.

Mau Tahu Alasan Karyawan Hebat Berhenti Meskipun Menyukai Pekerjaannya?



Berikut ini adalah beberapa alasan umum mengapa seseorang bisa keluar dari pekerjaan mereka walaupun mereka menyukai pekerjaannya :


Tidak dihargai dan menghargai rendah karyawan

Ketika Anda diperlakukan seperti gigi di roda dan Anda merasa seperti hanya nomor lain, Anda merasa tidak manusiawi dan tidak berharga. Kadang-kadang, pengusaha hanya peduli tentang keuntungan, output, stakeholder menyenangkan, dan produktivitas. Faktor-faktor ini tentu penting bagi usaha bisnis yang sukses, tetapi mereka tidak mungkin untuk mencapai ini semua jika melakukan pekerja sebagai orang-orang yang sedang dianiaya.

Staf adalah manusia. Pekerja adalah orang-orang dan mereka perlu diberi martabat dan motivasi untuk menjadi produktif. Hasilnya adalah sama banyak tentang mereka seperti itu adalah tentang konsumen atau investor. Jika staf bergaji rendah, tidak tersedia dengan praktik kerja yang fleksibel, dan tidak diberikan tunjangan yang memadai atau yang aman, sehat, dan menyenangkan lingkungan kerja, mereka cenderung untuk berhenti. Retensi staf adalah diremehkan, dan banyak keahlian yang hilang ketika orang mengalami didorong keluar dari pekerjaan mereka melalui pengabaian belaka.

Tidak ada kemajuan karir

Orang tidak ingin melakukan hal yang sama setiap hari selama sisa hidup mereka. Mereka ingin merasa seolah-olah mereka belajar dan maju dalam karir mereka. Staf berharap untuk dilatih dan dididik sehingga mereka dapat membangun keterampilan dan pengalaman mereka. Mereka ingin tumbuh dengan organisasi tempat mereka bekerja. Mereka ingin mempunyai variasi, kegembiraan dan mereka ingin ditantang untuk hal yang baru. Jika pekerjaan tidak memberikan kesempatan untuk kemajuan karir, kemungkinan pekerja akan berhenti dan mencari padang rumput hijau dengan peluang yang lebih baik di tempat lain.

Ketimpangan

Jika tempat kerja masih tampak seolah-olah itu di dekade lain dalam hal praktek-praktek kerja dan kebijakan, staf cenderung berhenti bahkan sebelum tahun pertama mereka selesai. Tak seorang pun ingin bekerja di lingkungan yang seksis, rasis, ageist, atau diskriminatif dengan cara apapun. Waktu telah berubah. Umat ​​manusia telah intelektual berkembang, dan ketika ketidaksetaraan marak terjadi di tempat kerja, retensi staf sulit. Tempat kerja harus beradaptasi dengan kebutuhan individu dan memungkinkan untuk keragaman dan fleksibilitas. Orang tidak lagi mentolerir tempat kerja yang pelabuhan budaya usang. Bahkan jika orang memilih untuk tinggal di tempat kerja ini, atau memiliki sedikit pilihan lain, bahwa bisnis atau usaha dijamin gagal dan tidak akan mampu bersaing dengan lebih tempat kerja progresif dan berkembang.
Baca : Beda Orang Sukses dan Orang Biasa

Moral yang rendah

Ketika orang-orang umumnya bahagia di tempat kerja, hal ini terbukti saat Anda berjalan melalui pintu. Orang-orang sinis, sopan, dan akan menemukan alasan untuk tidak menjadi produktif. Tidak ada konsekuensi untuk produktivitas yang buruk atau layanan lengkap dan tidak kompeten, dan akhirnya orang mulai mencari strategi untuk keluar.

Membangun tim dan serikat kalangan pekerja adalah komponen penting untuk keberhasilan kerja apapun, dan individu pada setiap tingkat harus benar-benar peduli tentang satu sama lain dan tujuan umum dari tempat kerja. Ketika ada gangguan dalam komunikasi dan perasaan sia-sia dalam menempatkan upaya apapun di tempat kerja, tak seorang pun ingin berada di sana lagi. Ini adalah alasan yang sempurna bagi seseorang untuk keluar dari pekerjaan mereka sebelum tempat kerja mulai memiliki efek buruk pada kesehatan mereka.

Tidak ada pengakuan atau penghargaan bagi para karyawan

Mau Tahu Alasan Karyawan Hebat Berhenti Meskipun Menyukai Pekerjaannya?

Setiap orang membutuhkan tepukan di punggung untuk membuatnya semakin bersemangat dalam melakukan segala sesuatunya. Kadang-kadang, kata semacam berkat atau hanya menjadi diakui untuk usaha yang Anda lakukan adalah cukup. Anda tidak perlu menerima piala emas atau cek bonus lemak untuk merasa seperti Anda sedang dihargai. Namun, insentif dapat memberi orang motivasi dan tujuan perasaan. Jika Anda belum pernah mendapatkan ucapan terima kasih dalam pekerjaan, Anda akan merasa tak terlihat dan tidak berharga. Memutuskan untuk berhenti bisa menjadi pilihan termudah.
Baca juga : Kenapa kita suka mengeluh?

Mengecilkan Antusias

Inovasi dan ide-ide adalah detak jantung dari sebuah organisasi, dan semua orang harus diberi kesempatan untuk menunjukkan inisiatif. Beberapa tempat kerja yang sangat resisten terhadap perubahan, bahkan jika perubahan tersebut akan berarti kemajuan besar dalam praktik kerja atau produktivitas. Orang akan sering memulai pekerjaan dengan energi positif dan idealisme, yang dengan cepat digagalkan oleh manajemen yang basi dan tidak memiliki visi. Ketika antusiasme Anda terus berkurang, Anda tidak hanya menghindari mengambil risiko dan mencoba hal-hal baru, Anda menjadi letih dan selanjutnya tertarik untuk berhenti dan mencari sesuatu yang baru yang dapat menerima antusias dari setiap karyawannya.

Mempromosikan orang yang salah

Beberapa tempat kerja mengembangkan budaya penghargaan pada orang yang salah. Ada pepatah bos yang baik akan mempekerjakan orang-orang yang lebih pintar dari mereka. Ini tidak pernah terjadi ketika bos memiliki ego besar dan merasa terancam oleh siapa saja yang menunjukkan kecerdasan dan kemampuan. Apa yang cenderung terjadi adalah bahwa orang dipromosikan karena kemampuan mereka untuk menjadi tak terlihat dan tunduk daripada yang inovatif dan kompetitif. Ini melindungi struktur kekuasaan ketimbang mengembangkan sistem yang memiliki efisiensi, kemampuan, dan profesionalisme sebagai tujuannya.

Hirarki bukan otonomi

Ketika hirarki lebih penting daripada nilai masing-masing dan setiap orang memberikan kontribusi untuk pengejaran, tempat kerja tidak hanya kehilangan kesempatan yang sangat baik untuk kebijaksanaan dan penilaian yang baik, tetapi juga menghancurkan kemandirian dan penting dalam pengambilan keputusan keterampilan para pekerjanya.

Kepemimpinan yang kuat di tempat kerja harus memberdayakan staf untuk menjadi mandiri dan teliti untuk kebaikan yang lebih besar dari bisnis. Perebutan kekuasaan dan permainan pikiran hanya bekerja terhadap tujuan bersama dan berkontribusi untuk tempat kerja yang beracun. 
*/Dari berbagai sumber
Read More

21 Sept 2016

Kesuksesan Itu di Mulai Dari Sebuah Imajinasi

Kesuksesan Itu di Mulai Dari Sebuah Imajinasi - Orang yang hidup tetapi tidak pernah berimajinasi, maka sudah dapat dipastikan kehidupannya akan monoton. Ia akan menjalani alur kehidupannya yang itu-itu saja tanpa variasi dan warna. Orang yang miskin imajinasi tidak pernah berfikir untuk mencoba jalan lain ataupun berspekulasi melewati jalan yang baru sama sekali. Akibatnya berkembang perasaan pesimistis dan apatis terhadap tujuan hidup. Jalan menuju kesuksesan akan mengalami kebuntuan. 

Kesuksesan Itu di Mulai Dari Sebuah Imajinasi

Jika Anda ingin sukses atau atau berhasil dibidang yang sedang anda geluti, jangan ragu untuk berimajinasi. Tentu saja imajinasi yang masuk akal dan relevan. Artinya sukses yang anda imajinasikan adalah sukses yang berkaitan dengan kemampuan Anda. Misalnya jika Anda seorang penulis pemula, imajinasikan bahwa suatu saat anda akan menjadi penulis yang terkenal dan handal.
Baca juga : Jangan Terlena 'Zona Nyaman'. Berinovasilah Dengan Mimpi' Kita. 
Jika Anda sedang menggeluti cabang olah-raga tertentu seperti sepakbola misalnya, bayangkanlah bahwa anda akan bergabung dengan klub olah raga papan atas dinegeri ini, dan disana anda terus belajar, berlatih dan berkompetisi. Prestasi anda dari waktu kewaktu semakin tinggi dan orang lain semakin sulit menyaingi anda. Kemudian anda mendapat gelar sebagai atlet No.1 dunia. Bukankah itu sesuatu yang amat mungkin terjadi pada diri Anda? Atau jika anda seorang wiraswastawan, bermimpilah bahwa suatu saat anda akan menjadi pemilik perusahaan.
Anda akan mempunyai kekuatan untuk mewujudkan imajinasi. Walaupun anda tidak langsung meraihnya, melalui usaha yang bertahap, suatu saat imajinasi, mimpi dan fantasi anda akan menjadi kenyataan. Semoga tulisan ini bisa memberikan inspirasi  terhadap mimpi-mimpi dan imajinasi anda.
Read More

18 Sept 2016

Belajar dari Karakter Semut

Belajar dari Karakter Semut - Apa yang ada pada semut memang luar biasa. Karakter yang dimiliki semut dapat dipandang sebagai filsafat. 

Belajar Dari Karakter Semut

Berikut karakter mereka yang luar biasa. dan bisa menjadi teladan untuk kita sebagai umat manusia.

a. Semut selalu bekerja sama.

Coba anda perhatikan cara kerja semut, mulai mengangkat sebutir nasi hingga memakannya mereka selalu bekerja sama. Sebutir nasi yang cukup berat bagi semut, diangkat beramai-ramai ketempat mereka. Begitu seterusnya hingga butiran nasi yang mereka angkut mencukupi kebutuhan mereka. Kemudian mereka akan menyantapnya pula bersama-sama.

b. Semut saling peduli

Kebiasaan semut yang saling bersentuhan  mungkin dalam bahasa manusia tegur, salam dan sapa) jika bertemu menandakan semut memiliki kepedulian dan keakraban yang tinggi. Alangkah indahnya jika setiap manusia meneladani  kebiasaan mereka, tentu dunia akan diliputi kedamaian, cinta kasih dan peduli terhadap mereka yang membutuhkan perhatian.

c. Semut tidak pernah menyerah.

Jika anda menghalang-halangi dan berusaha menghentikan langkah semut,mereka selalu akan mencari jalan lain. Mereka akan memanjat, menerobos kebawah atau mengelilinginya. Mereka terus mencari jalan keluar. Bagi kita tentunya menjadi penyemangat agar kita tidak mudah putus asa dan selalu berusaha pantang menyerah untuk mewujudkan semua mimpi kita.

d. Semut menganggap semua musim panas sebagai musim dingin. 

Semut-semut mengumpulkan makanan musim dingin mereka pada pertengahan musim panas, Sebab penting bagi kita untuk berfikir realistis. Pada musim panas anda harus memikirkan halilintar. Anda seharusnya memikirkan badai sewaktu anda menikmati pasir dan sinar matahari. Berfikirlah kedepan, seperti halnya “sedia payung sebelum hujan”. 
Banyak pelajaran yang bisa kita dapat dari sekitar kita. Semoga pelajaran dari semut diatas dapat menjadikan kita jauh lebih bijak lagi. Semoga bermanfaat.

Read More

14 Sept 2016

Jangan Terlena 'Zona Nyaman'. Berinovasilah Dengan Mimpi Kita

Jangan Terlena 'Zona Nyaman'. Berinovasilah Dengan Mimpi Kita - 'Nokia' dulu menyebut 'Android' sebagai semut kecil merah yg mudah digencet dan mati. Arogansi dan rasa percaya diri yg berlebihan membuat Nokia terjebak dalam inovator dilema. Sejarah mencatat, yang kemudian mati justru Nokia – tergeletak kaku dalam kesunyian yang perih.


Jangan Terlena 'Zona Nyaman'. Berinovasilah Dengan Mimpi' Kita.

'Kodak' menyebut kamera digital hanyalah tren sesaat, dan kamera produksi mereka akan terus bertahan. Kodak terjebak halusinasi dan inovator dilema yang akut. Akibatnya, ruangan ICU yang pengap menanti raga mereka yang merintih kesakitan.



'Micorosoft & Intel' (Dominasi yang dulu dikenal dengn duo Wintel) terlalu menikmati kekuasannya dalam dunia PC dan Laptop, dan pelan-pelan terjebak inovator dilema. Mereka terbuai dengan kekuasaannya, dan lengah betapa dramatis kecepatan kemajuan era mobile computing. 



Kini era PC/ Laptop sudah hampir berakhir, diganti era mobile smartphone. Dan hegemoni Microsoft serta Intel kian menjadi tidak relevan dalam era smartphone. Intel dan Microsoft lalu hanya duduk saling bertatapan mata, diam dan termangu. Dalam rasa penyesalan yang pedih dan pahit. Namun dalam bisnis, penyesalan tidak pernah mendapat tempat terhormat.

  • 'Pizza Hut' terus menerus mengenalkan menu baru setiap enam bulan.
  • Sabun 'Lifebouy' berkali-kali melakukan rejuvenasi.
  • 'Facebook & Bukalapak' juga selalu melakukan evolusi.
Nokia kolaps dihantam iPhone di tahun 2007, padahal produsen iPhone bukan perusahaan telco, namun dari industri komputer.

Koran & majalah mati bukan karena sesama rivalnya, namun karena 'Facebook & Social Media' (remaja dan anak muda tak lagi kenal koran/ majalah kertas. Mereka lebih asyik main 'Path, IG atau Facebook'. Pelan tapi pasti industri koran dan majalah akan mati).

Televisi seperti RCTI, Trans & SCTV' suatu saat bisa kolaps bukan karena persaingan sesama pemain di industri yang sama, tapi dari makhluk alien bernama 'Youtube'. 

Di Amerika, jumlah pemirsa televisi dikalangan anak muda dan remaja, menurun drastis, karena semua lari ke 'Youtube'. Ini juga kelak akan terjadi di tanah air.

Industri taksi seperti 'Blue Bird' goyah bukan karena pesaing sesama taksi, namun karena Layanan taksi independen berbasis aplikasi. Di banyak negara, banyak perusahaan taksi konvensional mati digilas 'Uber' dan layanan taksi berbasis aplikasi lainnya.

Dan kini produsen Toyota, BMW dan Mercedes Benz' takut bukan karena persaingan sesama mereka. Namun karena kehadiran 'TESLA', yang entah dari mana tiba-tiba melakukan inovasi radikal dengan produk mobil berbasis elektrik, dengan teknologi mobil tanpa sopir atau otonom (Autopilot Hardware). Minggu lalu, mobil seri Tesla3 terjual hingga 300 ribu unit hanya dalam dua hari, padahal unitnya baru dirilis 2018. Jadi indennya bisa sampai dengan dua tahun.

Manusia yang dapat segera 'beradaptasi' dengan perubahan keadaan lingkungannya maka dia akan 'survive'. Jika 'tidak dapat beradaptasi' dengan perubahan maka mereka akan 'tersingkir dan punah' dari lingkungannya. Ide perubahan dan kreatif adalah salah satu wujud syukur. Intinya, jangan terlena dengan "zona nyaman". Berinovasilah dengan mimpi" kita.

Baca juga : Belajar Ilmu Goblok Dari Almarhum Bob Sadino
'Kuncinya adalah kerendahan hati dan mau belajar dari kelebihan orang lain, jangan pernah meremehkan apapun & siapapun'. Semoga bermanfaat.

Read More

8 Sept 2016

Belajar Ilmu Goblok dari Almarhum Bob Sadino

Belajar Ilmu Goblok dari Almarhum Bob Sadino - Almarhum Bob Sadino merupakan tokoh Pengusaha dan Motivator Indonesia yang meninggal pada tahun 2015 silam. Beliau terkenal dengan pakaian yang 'Nyentrik' gaya dan juga pola pikirnya. Sejak dari jaman Presiden Soeharto, dia sudah terkenal dengan kostumnya yang selalu bercelana pendek dan menggunakan topi koboi. Begitulah cara Om Bob bertemu dengan semua presiden negeri ini kala itu.

Belajar Goblok Dari Almarhum Bob Sadino
Image : Almarhum Bob Sadino

Dia juga terkenal dengan statement-statementnya yang super nyleneh. Misalnya dia bertanya,"Menurut anda kebanyakan orang bisnis cari apa?" pasti kita semua akan menjawab, "Cari untung!" Tapi tidak bagi Om Bob, dia akan menjawab,"Kalo saya cari rugi!" Dia mengatakan "kalau anda bisnis cari untung, apa selamanya untung? Sama juga kalo bisnis cari rugi, apa selamanya rugi? Maknanya adalah, rugi tak perlu ditakuti. 


Bahkan di beberapa perusahaan dia yang milki, karyawan Kemchicks (pabrik daging olahan) dan Kemfarms (exportir sayur dan buah) diijinkan untuk berbuat salah. Sampai-sampai ada karyawan yang pernah membuat kerugian US$ 5 juta dan masih bekerja.

Beberapa hal yang bisa kita pelajari dari Ilmu 'Goblok' Verisi Om Bob, adalah statement-statementnya seperti berikut ini :

  • Bukankah banyak orang pandai tapi tak berhasil dalam usaha atau bahkan melangkahpun tak berani. Orang 'goblok' itu tidak pandai menghitung, makanya lebih cepat mulai usaha. Kalau orang pinter, menghitungnya 'ruwet', jadi 'nggak mulai-mulai usahanya'.
  • Orang pintar tidak percaya dengan orang lain, jadi semuanya mau 'dikerjain sendiri', seolah tak ada yang dapat menggantikan dirinya.
  • Nah, kalau orang 'goblok', dia akan 'mencari orang pintar dan harus lebih pintar darinya, untuk menjalankan usahanya'.
  • Orang pintar ketemu gagal, cenderung mencari kambing hitam untuk menutupi kekurangannya. "Ehm, situasi ekonominya lagi down", atau "Pemerintah gak mendukung", kata orang pintar. Lain hal dengan orang 'goblok', jika ketemu gagal, gak merasa kalau dia gagal, karena dia merasa sedang 'belajar'.
  • Bahkan Om Bob juga mengatakan bahwa dia sebagai orang 'goblok' tidak melakukan perencanaan usaha, target ataupun mengenal cita-cita. Namun sebaliknya, semua karyawannya harus 'memiliki target dan perencanaan'

Itulah adilnya Tuhan menciptakan orang pintar dan orang 'goblok'.
Masalahnya sekarang, siapa yang merasa pintar, siapa yang merasa goblok? Terus, lebih enak jadi orang pintar atau orang 'goblok'? Jika anda semakin bingung dengan tulisan ini, artinya bagus, berarti anda mulai .... Goblok!

Kalau anda emosi, berarti anda pintar. Itu juga kata orang Om Bob lho..!
Filosofi 'Goblok' Bob Sadino dia ibaratkan seperti air sungai yang sedang mengalir. Ketemu batu di depan, dia belok kanan atau belok kiri. Jika sudah di ibartkan seperti air di sungai, kitapun harus siap dikencingi, dibuangi sampah dan kotoran-kotoran yang lain. Jadi, pilih mana?
Baca juga : Kisah Inspiratif Michael Jordan dan Sehelai Baju Bekas
GOBLOK atau PINTAR?
"Pengusaha tak harus pintar dalam segala hal. Tapi harus pintar mencari orang pintar". Semoga bisa memotivasi kita semua..
Read More

4 Sept 2016

Kesuksesan Berdasarkan Tingkatannya

Kesuksesan Berdasarkan Tingkatannya -  Sukses, adalah satu kata yang mudah di ucapkan, namun sulit untuk di dapatkan. Beberapa orang mungkin sudah mendapatkan kesuksesan dari caranya masing-masing. Lalu, bagaimana dengan Anda?

Sukses bisa diartikan keberhasilan atau pencapaian yang sesuai target. Tapi kebanyakan orang menganggap, bahwa sukses itu mempunyai kekayaan yang melimpah, memiliki harta di mana-mana, dan bebas dari aturan bos, yang di anggap selalu mengatur-atur hidupnya.

Kesuksesan Berdasarkan Tingkatannya

Tapi tahukah Anda, jika sukses itu memiliki tingkatan tersendiri berdasarkan status manusia itu sendiri? Jika tidak, mungkin selama ini Anda keliru dalam mendefinisikan arti kata "sukses". Yup, benar sekali! Anda ataupun saya, pasti berfikir, bahwa sukses itu bebas dari aturan bos dan memiliki kekayaan yang melimpah. Tapi sekarang, mari kita berfikir jernih.

# Kesuksesan berdasarkan tingkatnya

Seperti yang kita tahu, sukses itu adalah pencapaian hasil kerja keras kita hingga mendapat hasil yang sudah kita rencanakan jauh sebelum kesuksesan itu kita dapatkan. Itu artinya, kita bisa sukses dalam hal apapun. Contohnya, ketika kita mengemban suatu amanah, tentu kita akan melakukan atas perintah dari orang yang memberikan amanah tersebut. Dan jika berhasil, kita dikatakan sukses dalam mengemban amanah tersebut.

Tapi sukses seperti apa yang Anda maksud? Mungkin maksud Anda, sukses menjadi orang kaya? Jika benar begitu, mari kita bahas disini.

# Suksesnya seorang pedagang

Seorang pedagang, bukanlah seorang karyawan dari perusahaan besar ataupun terkenal. Itu artinya, mereka tidak ada aturan dari seorang atasan ataupun bos. Tapi, apakah pedagang tersebut adalah orang yang sukses?

Pedagangpun di bagi menjadi dua golongan. Ada yang berdagang atas modalnya sendiri, dan ada pedagang yang menjualkan dagangan orang lain (tanpa modal). Lalu, bagaimana mereka bisa di katakan sukses? Kita bahas dulu pedagang yang dengan modalnya sendiri.

*Pak Ari adalah pembuat cangkul. Dengan keahliannya membuat cangkul, makanya beliau berniat untuk menjadi pedagang cangkul saja. Beberapa tahun kemudian, cangkulnya laris manis manis, bahkan sudah memiliki pelanggan tetap yang banyak. Karena saking kewalahan nya, beliau pun membayar seseorang yang membantunya. Hingga akhirnya, pak Ari mendirikan pabrik cangkul sendiri.*

Dari kisah pak Ari di atas, tentu kita bisa menyimpulkan, bahwa pak Ari sudah mendapatkan kesuksesannya sebagai pedagang cangkul. Kenapa bisa di katakan sukses? Karena pak Ari berhasil membesarkan usahanya dan memiliki karyawan sendiri. Itu poin sukses yang di dapatkan pak Ari. Lalu bagaimana dengan pedagang tanpa modal?

*Bu Lena menjual kue yang dibuat oleh Bu Sri. Bu Sri adalah seorang ibu rumah tangga yang memproduksi kue-kue unik. Bu Lena tertarik untuk mendagangkan kue yang di buat oleh Bu Sri, dan juga berharap mendapat komisi dari hasil penjualannya. Beberapa tahun kemudian, Bu Lena ingin membuat kue sendiri dan mendagangkan kue buatannya. Hingga akhirnya, beliau berhasil dan mempunyai produksi kue sendiri.*

Dari cerita Bu Lena di atas, tentu ada sedikit perbedaan kesuksesan dengan cerita pak Ari. Jika pak Ari bisa sukses karena usahanya besar dan memiliki karyawan, maka Bu Lena sukses karena berhasil memiliki produksi kue sendiri. Dan itulah contoh kesuksesan seorang pedagang.


# Kesuksesan seorang karyawan

Bagaimana dengan kesuksesan seorang karyawan? Yang selama ini kita anggap bahwa karyawan itu bukanlah orang sukses. Karena masih memiliki atasan. Padahal, menjadi karyawan juga bisa menemukan kesuksesan. Seperti apa karyawan yang bisa di katakan sukses?

*Gilang bekerja di suatu perusahaan yang terkenal di  Indonesia. Awalnya Gilang hanyalah karyawan baru di perusahaan tersebut. Karena kinerjanya yang bagus serta disiplin, maka Gilang di angkat sebagai karyawan tetap, dan juga di naikan pangkatnya.*

Dari cerita tersebut, apakah Anda sudah menerima gambaran kesuksesan seorang karyawan? Jika belum, mari kita koreksi!

Gilang awalnya hanya karyawan baru. Karena Gilang orangnya disiplin dan kinerjanya bagus, jadi Gilang di angkat dan dijadikan karyawan tetap. Itu kesuksesan seorang karyawan. Pengangkatan itulah titik suksesnya. Jadi, apakah Anda masih berfikir bahwa menjadi seorang karyawan belum sukses?


# Suksesnya seorang bos

Bos disini adalah seseorang yang mempunyai kekuasaan pada perusahaan. Dengan kekuasaan tersebut, mungkin kita anggap bahwa bos itu orang sukses. Tapi bila dilihat dari sudut pandang yang berbeda, ternyata bos itu belum sukses. Bila masih mempunyai satu perusahaan dan perusahaannya belum berkembang.

Menjadi seorang bos, tentulah harus mempunyai strategi supaya perusahaan yang dibangunnya dengan susah payah bisa tetap bertahan, berkembang, bahkan bisa memiliki cabang. Tapi bila perusahaannya tetap berjalan di tempat, itu sama saja masih merintih. Artinya, sama saja belum sukses.

Jadi, apakah kita mengira bahwa bos itu orang yang sukses? Bila di lihat dari sudut pandang melalui riwayat hidupnya, mungkin bisa dikatakan sukses. Karena bos tersebut awalnya menitih karir terlebih dahulu, hingga menjadi bos. Tapi masalahnya, sesudah menjadi bos, dia pun masih mempunyai tantangan untuk bisa sukses lagi dalam mengelola perusahaannya. Itu sama saja belum sukses.

Untuk itu, bila kita merasa bahwa kita belum juga sukses, mari kita bersama-sama merenungkan kesuksesan apa yang sudah kita raih? Karena, kesuksesan itu mempunyai tingkatannya masing-masing, dan juga bisa kita raih dari hal apapun.

Bila Anda ingin sukses dengan menjadi orang kaya, silahkan kejar kesuksesan yang ingin Anda raih. Tapi ingat, setelah mendapat kesuksesan itu, masih ada tingkat kesuksesan lainnya yang harus Anda raih juga. Supaya, tidak sampai di satu titik saja. Semoga bermanfaat.

Read More

29 Jun 2016

Ijazah Bukan Jaminan Untuk Sukses

Ijazah Bukan Jaminan Untuk Sukses - Ijazah, menandakan seseorang telah sukses di nyatakan lulus atau berhasil menyelesaikan studinya, baik itu di SD, SMP, SMA bahkan Perguruan Tinggi. sering kali ijazah di jadikan senjata untuk mencari pekerjaan. Bahkan sampai-sampai ada yang terus mengandalkan ijazahnya untuk mendapat pekerjaan.

Ijazah Bukan Jaminan Untuk Sukses

Hal ini memang bukan hal yang luar biasa dan wajar saja mereka mempunyai harapan besar terhadap ijazah yang di perolehnya, Kenapa? Karena, untuk mendapatkan sebuah ijazah, bukan perkara yang mudah. Butuh pengorbanan yang luar biasa baik itu waktu, kerja keras dan juga mungkin materi yang tidak sedikit. Tidak aneh jika ada orang tua sering memarahi kenakalan anaknya di waktu sekolah, apakah itu karena bolos, ataupun kenakalan lainnya yang berkaitan dengan sekolah. Karena hal itu merupakan sesuatu yang sangat di sayangkan.

Orang tua menyekolahkan anaknya dengan harapan kelak si anak mempunyai pendidikan tinggi sesuai yang di cita-citakan dan pastinya juga mendapat ijazah. Bukankah kerja akan lebih mudah, bila punya ijazah? Oleh sebabnya orang tua bersungguh-sungguh dalam membiayai sekolah anaknya.

Tapi di jaman sekarang, meskipun sudah memiliki ijazah, mencari pekerjaan tidak semudah yang di pikirkan. Banyak kendala yang harus di hadapi. Dari persaingan yang begitu ketat bahkan harus membayar sejumlah uang agar bisa masuk ke tempat kerja yang di inginkan. Padahal, niat kita kerja untuk mencari uang, bukan? Tapi kenapa harus membayar terlebih dahulu? Dan faktanya memang itu yang terjadi saat ini.
Baca juga : Kenapa Kita Suka Mengeluh
Saya punya seorang teman. Dia ingin bekerja di suatu Perusahan yang cukup ternama. Dia di minta untuk membayar sejumlah uang agar bisa di terima bekerja, karena sangat ingin bekerja diapun meng-iyakan. Tapi apa yang terjadi, panggilan tak kunjung datang dan uang tak tahu kemana larinya. */Berhati-hatilah dengan modus seperti ini yang saat ini sedang trend.

Tapi ada juga teman saya yang melamar, dan di terima kerja di Perusahan tersebut tanpa harus membayar. Bukan kah itu sebuah tanda tanya? kenapa teman saya yang pertama tidak di terima dan yang kedua di terima tanpa harus membayar sepeserpun. Tapi bagaimanpun juga, itu suatu pelajaran ke depannya untuk berpikir sebelum bertindak.

Dari cerita diatas, bisa di ambil hikmahnya bahwa memiliki ijazah, belum tentu dapat dengan mudah mencari sebuah pekerjaan. Contoh lain coba Anda dengarkan lagu Iwan fals "Sarjana Muda". Seseorang yang bekerja hanya mengandalkan pada ijazah saja juga akan lebih sulit mencapai kesuksesannya (wallahu'alam).

Salah satu contoh: 'A' adalah seorang lulusan S1 Akuntansi sebuah Universitas terkenal. Dia kesulitan dalam mendapatkan pekerjaan. Ada rekannya sebut saja 'B' teman kuliahnya, saat ini sedang merintis usaha kecil-kecilan, diapun mengajak 'A' untuk bekerja bersamanya, selagi masih belum dapat pekerjaan yang sesuai dengan harapanya. Tapi 'A' tidak menolak tawaran 'B'. Karena merasa percuma saja mempunyai ijazah S1 jika hanya bekerja serabutan. "Gara-gara Ijazah bekerja yang biasa-biasa menjadi tidak mau, padahal pengalaman juga di perlukan dalam mencari pekerjaan".

Memang benar, untuk apa punya ijazah jika tidak di manfaatkan untuk mencari kerja? Kerja serabutan cuma dapat capek nya saja dan bayarnya pun cuma cukup untuk makan sehari-hari nya saja. Tapi bila dari ijazah yang di andalkan pun tak kunjung memberikan pekerjaan yang di harapkan, apakah kita akn terus mengandalkannya? Tentu kita di tuntut untuk berpikir secara logis lagi, supaya dapat berjalan secara perlahan. Jika tidak, kita hanya duduk manis saja, sambil berharap keajaiban datang.

Jaman sekarang, ijazah tidak bisa di katakan sebagai jaminan untuk sukses. Bukankah banyak orang yang tidak punya ijazah tapi bisa sukses? Semua itu pada dasarnya dari keinginan dan tindakan kita sendiri. Bukan semata-mata karena gelar yang di dapat.

Jika begitu, apakah Anda masih akan mengandalkan ijazah dalam mencari pekerjaan? Tulisan ini saya buat bukan berarti menyuruh Anda untuk menjadi freelance atau bekerja serabutan, tapi intinya bagaimana kita bisa berpikir lebih logis. Sekarang mencari pekerjaan bukan perkara mudah, maka dari itu jangan persulit dengan terus gengsi pada ijazah kita. Coba perlahan-lahan ambil kesempatan yang ada, selama itu masih sesuai dengan passion Anda, apapun itu. Sisi positifnya, saya yakin akan banyak manfaat yang bisa kita dapat. Meskipun gaji yang di dapatkan nantinya, tidak seperti di perusahaan besar. Tapi banyak ilmu dan pengalaman yang bisa di dapatkan.

Ada kejadian unik yang saya alami, ketika saya sedang memperbaiki keramik rumah. Ada keponakan saya yang saat ini sedang kuliah semester II, melihat para tukang bekerja. Sambil berguyon salah satu tukang bertanya kepada keponakan saya, "coba Mas hitung cepat berapa jumlah keramik yang harus di pasang di tempat ini? keponakan saya hanya terdiam dan berkata "sebentar..!! Sebentar..!! Dan tukang bangunan itu memotong karena tidak segera di jawab. Kelamaan mas jawabnya, yang di butuhkan adalah sebanyak sekian keramik.. karena lebar keramiknya adalah sekian.. "Mending saya yang lulusan SD, tapi tahu rumus-rumus yang Mas pelajari". Dan kami semua tertawa.. 

Itu merupakan pengalaman yang bisa diambil hikmahnya dan juga sebagai inspirasi. Bahwa sekolah, ijazah, gelar, bukan suatu jaminan untuk sukses. Tapi niat, usaha, kerja keras, dan tindakan, itulah modal utama untuk sukses.
Silahkan baca juga : Beda Orang Biasa dan Orang Sukses
Percuma saja punya gelar sarjana ataupun doktor, jika hanya diam saja. Tidak akan bisa tersampaikan keinginannya. Tapi meski tidak punya gelar apapun, jika terus berusaha dan berdoa, insya Allah akan tersampaikan keinginannya. Tidak ada hal yang tidak mungkin, selagi kita berusaha. Bukan hal yang mustahil, bila kita terus mencoba.

Bila Anda tidak punya ijazah ataupun gelar apapun, jangan berkecil hati. Anda masih punya akal dan pikiran, serta kemauan untuk sukses. Maka gunakanlah kelebihan itu untuk mengubah nasib Anda. Semoga bermanfaat!

Read More

18 Jun 2016

Kenapa Kita Suka Mengeluh?

Kenapa Kita Suka Mengeluh? - Manusia, adalah makhluk hidup yang di bekali oleh akal dan pikiran. Selain itu, juga memiliki nafsu, dan mungkin masih banyak lagi yang lainnya, yang tidak bisa di sebutkan secara rinci. Bahkan, manusia itu makhluk yang sangat unik. Contoh kecilnya saja. Ketika cuaca selalu panas, menggerutu dan menginginkan turunnya hujan. Saat keinginannya di kabulkan (turun hujan lebat), mereka bilang "hujannya gede banget! Nggak reda-reda." Itu salah satu contoh manusia adalah makhluk yang unik. Bahkan mungkin banyak lagi contoh unik yang lainnya. Anda juga pasti tahu, kan? Iya, karena Anda juga manusia. Hehe...


Ada satu hal yang menurut saya sangat membosankan dari sikap manusia. Ialah mengeluh! Bukan berarti saya orang yang tidak pernah mengeluh. Saya juga sering mengeluh. Itulah sebabnya kenapa saya bilang mengeluh adalah sikap yang membosankan dari manusia.

Kenapa Kita Suka Mengeluh?

Mengeluh adalah sikap yang menandakan seseorang tidak mensyukuri rejeki dari Allah, dan selalu meniadakan nikmat dari Allah. Coba saja kita pikirkan ketika kita mengeluh dengan kalimat hidup selalu sengsara, nggak pernah bahagia. Apakah kalimat itu benar sesuai yang kita keluhkan? Padahal saya yakin. Kita semua pasti pernah bahagia, walau hanya sedikit senyum. Bahkan hidup pun tidak sesengsara yang di pikirkan, karena ada yang lebih sengsara.

Jika kita pikirkan secara positif, meski hanya sedikit senyuman saja yang kita keluarkan, itu menandakan bahwa Allah sudah memberikan sedikit kebahagiaan untuk kita. Kita tidak mungkin tersenyum tanpa adanya sesuatu yang menyenangkan bagi kita. Apa lagi jika kita tertawa terbahak-bahak, sudah pasti kebahagiaan yang luar biasa yang sedang kita rasakan. 

Kemudian sengsara. Apa benar kita hidup selalu sengsara? Coba kita tengok saudara kita diluar sana! Pasti banyak yang nasib hidupnya lebih sengsara di bandingkan kita. Allah itu maha adil! Jika kita sengsara, pasti ada yang lebih sengsara di bandingkan kita, begitupun sebaliknya. Hal itu agar kita bisa tetap bersyukur kepada-Nya atas apa yang sudah ia berikan kepada kita.

Lalu bagaimana agar kita tidak mengeluh? Untuk hal ini sangatlah sulit! Sulit itu di karenakan manusia memiliki hawa nafsu. Dengan begitu, jika hasil yang di dapat tidak sesuai harapan, pasti secara tidak sengaja akan mengeluh.
Baca juga : Ingin Kerja Dapat Hasil? Terapkan Metode Berikut! 
Jadi cara agar kita tidak pernah mengeluh ialah, dengan membuang hawa nafsu tersebut. Apakah Anda mampu? Tentu tidaklah mudah! Karena hawa nafsu itu pemberian Allahk kita umat manusia. Nafsu sendiri sebenarnya punya manfaat yang bagus. Tentunya jika di gunakan untuk yang benar. Gambarannya, manusia di beri akal dan pikiran. Jika manusia tidak memiliki nafsu, apakah akal dan pikiran itu akan berjalan? Tentu tidak. Karena yang menjalankan akal dan pikiran adalah nafsu.

Sebagai contoh: Anda tahu film dokumenter yang mengangkat cerita seorang pemuda yang terjebak di Grand Canyon? Dia terjebak karena salah satu tangannya terhimpit batu dan tidak bisa lepas. Dia terpaksa bertahan hidup selama beberapa hari dengan salah satu tangannya yang terjepit di batu besar dan hanya mengandalkan satu tangannya yang masih bebas. Hingga akhirnya, dia memutuskan untuk memotong tangannya yang terjepit itu, supaya bisa lepas dan pergi dari tempat tersebut. Dan ternyata, dia berhasil lepas dari jepitan batu itu dan pulang dengan satu tangan.

Dari contoh di atas, tentu saja tahu kenapa dia bisa bertahan hidup dan sampai berpikiran memotong tangannya. Itu semua tak lain dari akal dan pikiran yang di jalankan oleh nafsu. Nafsu yang ada di pikiran pemuda itu adalah nafsu agar tetap bisa hidup, bebas dari tempat itu, pulang, dan menikah. Maka dari itu dia tetap berusaha dan berpikir. Coba jika dia tidak ada nafsu untuk bertahan! Pasti akan pasrah dan otaknya pun tidak berpikir untuk tetap hidup. (Wallahu'alam).

Kembali ke mengeluh! Meski nafsu memiliki suatu manfaat, akan tetapi kita juga harus hati-hati dengan hawa nafsu kita. Karena mengeluh adalah dari nafsu yang tidak baik, yang akan membuat kita tidak bersyukur dan kufur. Poin dari postingan ini adalah, mari lah kita sama-sama di mulai dari sekarang untuk tidak terlalu sering mengeluh. Bukankah lebih baik jika kita berpikir positif atas apa yang menimpa kita? Dibanding hanya mengeluh saja? 

Manusia tidaklah sempurna. Tapi tidak ada salahnya untuk saling menyempurnakan dengan saling melengkapi satu sama lain. Semoga bermanfaat!

Read More

7 May 2016

Menjaga Reputasi Perusahaan

Menjaga Reputasi Perusahaan - Kantor itu tempat ‘singgah’ sementara waktu. Berapa lama? Relatif. Ada yang sampai pensiun. Dan ada juga yang sebentar saja.

Walau begitu, kita tentu ingin bekerja dikantor dengan reputasi tinggi. Anda tidak ingin kerja dikantor yang reputasinya buruk kan? Lantas, bagaimana reputasi itu dibangun? Melalui reputasi setiap individu yang bekerja disana. Termasuk kita, Anda dan saya.


Reputasi perusahaan bisa rusak hanya karena satu atau dua gelintir karyawannya. Walaupun karyawan lain bagus, tapi ada satu saja yang buruk, maka akan buruk pula reputasi perusahaan itu dimata publik. Mestinya jangan disama ratakan begitu ya. Itu oknum. Tapi, publik punya caranya sendiri untuk menilai reputasi perusahaan. Dan kita, tidak bisa memaksa publik untuk beropini seperti yang kita ingini.


Menjaga Reputasi Reputasi Perusahaan

Makanya, kita mesti jaga reputasi perusahaan itu. Caranya? Jaga akhlak dan perilaku diri sendiri. Akhlak kita buruk? Otomatis membuat reputasi perusahaan buruk. Dan sebaliknya.

Ada Cerita : Sekitar jam 8 malam kemarin seseorang mengetuk pintu pagar. Oh, ojek online mau mengantar barang. Tertera nama istri saya sebagai penerimanya. “Ongkosnya 52 ribu,” katanya. “Dan harus dibayar ditempat”. Lanjutnya.

“Ongkosnya kami yang bayar Mas?” Tanya saya. “Pengirimnya siapa?”
“Katanya sih gitu pak…” jawabnya sambil memperlihatkan angka 52,000 di gadgetnya.


Karena istri saya masih pergi bersama anak-anak, maka saya minta waktu untuk meneleponnya terlebih dahulu. Sayangnya nggak bisa nyambung. Kasihan juga sih tukang ojek online itu, mesti nunggu. Tapi saya tidak bisa terima barang yang tidak jelas apa isinya. Sehingga saya memintanya untuk menunggu.


Baru sekitar 10 menit kemudian bisa nyambung. Langsung saya ceritakan mengenai hal itu. Ojek online itu tampak lega. “Terus, ini ongkosnya 52,000 minta dibayar disini. Benar begitu atau gimana?” demikian pertanyaan terakhir saya kepada istri saya.

Diluar dugaan, tukang ojek itu langsung memotong pembicaraan kami. “Maaf pak, saya lupa. Ternyata sudah dibayar tadi,” katanya.
“Lho? Yang bener mas? Sudah dibayar apa belum? Nanti kamu rugi loh,” jawab saya. Sambungan telepon dengan istti saya belum putus sehingga dia bisa mendengar dialog saya dengan tukang ojek itu.

Jawabannya mutar-muter. Intinya, dia "baru ingat" bahwa ongkosnya sudah dibayar. “Kamu sudah terima uangnya?” Demikian saya menegaskan. “Sudah Pak.” Jawaban itu menjelaskan ‘segalanya’ buat saya.

Pelanggan, hampir selalu bisa merasakan adanya kejanggalan perilaku karyawan. Dan ketika pelanggan mencium ketidakberesan, tidak jarang mereka menghubungkannya dengan reputasi perusahaan.

Kejadian itu, mungkin bisa dimaklumi. Pelanggan paham bahwa tidak mudah untuk menjamin integritas semua karyawan diperusahaan seperti itu. Walaupun tidak men-generalisir, namun pelanggan mengambil sikap untuk lebih berhati-hati.

Dikantor kita, mungkin tidak sesederhana itu untuk menghindari terbentuknya reputasi buruk perusahaan akibat buruknya perilaku salah seorang dari kita. Bayangkan kalau publik mencium ketidakberesan akhlak, perilaku atau sikap salah seorang dari kita. Lalu mereka mencap perusahaan kita seolah semua bersikap seperti oknum


Celaka. Zaman sekarang, kabar bisa menyebar sedemikian masif dan mudahnya. Sehingga perilaku buruk apapun dari karyawan mengancam reputasi perusahaan. Bagaimana kalau mereka ramai-ramai menghindari kita. Lalu pindah ke pesaing kita. Gara-gara satu orang saja?

Maka menjaga reputasi perusahaan itu sederhana kok. Cukup jaga saja akhlak dan perilaku kerja kita. Dengan begitu, reputasi perusahaan bakal baik. Dan yang tidak kalah pentingnya lagi, reputasi kita terjaga dengan baik.

Bagaimana pun juga, kita akan bangga pada kantor yang memiliki reputasi yang baik. Dam reputasi itu, hanya bisa dibangun oleh setiap orang yang ada di kantor kita. Termasuk diri kita sendiri tentunya. Semoga Bermafaat.

Read More