Showing posts with label Tips Sukses. Show all posts
Showing posts with label Tips Sukses. Show all posts

10 Mar 2017

5 Sikap Yang Membuat Karyawan Tidak Bisa Sukses

5 Sikap Yang Membuat Karyawan Tidak Bisa Sukses - Pepatah mengatakan "jadikanlah pekerjaanmu sebagai hobi, maka kamu tidak akan merasa di bebani olehnya". Tapi pada kenyataannya, masih banyak di antara kita yang menganggap bahwa pekerjaannya itu adalah beban yang tiada habisnya. Padahal, untuk mendapatkan penghasilan, bukankah kita harus bekerja? Jika menganggap pekerjaan itu beban, kenapa kita mau sukses? Jika pada akhirnya, kita sendiri tidak mau kerja. Kesuksesan yang selama ini kita damba-dambakan, tentu membutuhkan pengorbanan dari kita. Bagaimana cara kita mendapatkannya, tentu sangat di perhitungkan.

5 Sikap Yang Membuat Karyawan Tidak Bisa Sukses

Oleh karenanya, banyak orang-orang yang mengatur strategi, bagaimana agar apa yang sudah mereka usahakan tidak berakhir sia-sia. Berbagai strategi mereka siapkan demi kesuksesan di masa depannya. Namun ternyata, meski sudah banyak mengeluarkan materi sebagai modal, faktanya masih banyak yang mengalami kegagalan. Dan inilah beberapa contoh sikap kita yang membuat kita menjadi orang yang gagal.

1. Ceroboh
Sikap ceroboh, seringkali menimbulkan dampak yang buruk untuk kinerja kita. Terlebih untuk bisnis yang kita jalani. Apabila seseorang bertindak ceroboh, seringkali apa yang sudah mereka rencanakan akan berakhir sia-sia. Pasalnya, konsep yang sudah tersusun rapi, akan berantakan hanya karena sedikit kesalahan. Contohnya disaat perusahaan anda sedang ada proyek besar-besaran, anda malah melakukan kesalahan kecil dengan menghilangkan data file yang akan dipersentasikan ke klien anda, maka kesempatan itu akan hilang dengan percuma. Sikap ceroboh juga, di akibatkan karena sikap kita sendiri yang sering mengabaikan masalah kecil dan menganggapnya hal yang sepele. Padahal, semua masalah besar berawal dari hal yang kecil.

2. Menunda-nunda waktu
Seringkali dari kita membuang-buang waktu yang ada. Padahal, bila kita bertindak selalu tepat waktu, maka kita pun akan terbiasa disiplin, sehingga kemungkinan kita gagal hanya sedikit. Sikap menunda-nunda waktu, adalah sikap yang sangat dominan membuat kita gagal dalam segala hal. Misalnya dalam bekerja, kita sangat suka menunda-nunda tugas dari atasan, karena kita menganggap itu adalah hal yang mudah dan masih ada banyak waktu untuk mengerjakannya. Namun ternyata karena kita terlalu lama terlena dengan santai kita, hingga pada saatnya pekerjaan yang kita anggap mudah itu menjadi beban yang merepotkan. Bukankah itu akan membuat kita gagal dalam bekerja?

3. Masa bodo
Sikap masa bodo adalah, sikap dimana seseorang tidak memperdulikan sesuai yang terjadi di sekitarnya. Hal ini akan berpengaruh buruk, jika di tunjukkan pada pekerjaannya. Pasalnya, orang tersebut pasti akan merasa acuh tak acuh dalam bekerja. Dan rasa tanggung jawabnya pun sangatlah sedikit. Oleh sebabnya, orang yang memiliki sifat masa bodo, pasti sering mengalami kegagalan dalam kehidupannya. Maka dari itu, cobalah untuk menjadi orang yang lebih peduli dengan hal-hal di sekitar, meskipun hal tersebut sangatlah sepele. Karena jika kita belajar menjadi orang yang peduli terhadap lingkungan sekitar, maka kelak kita pun akan menjadi orang yang bertanggung jawab pada pekerjaan, dan itu perlahan-lahan akan membawa kita menuju gerbang kesuksesan.

4. Suka memendam ide
Terkadang saat kita bekerja pada sebuah perusahaan dan tiba-tiba kita mempunyai sebuah ide untuk perusahaan tersebut, kadangkala kita malah memilih diam. Karena biasanya, kita berpikir mungkin ide kita tidak ada gunanya di mata atasan, atau mungkin kita berpikir itu bukan perusahaan kita. Padahal, apa salahnya kita mengeluarkan ide kita tersebut dan bicarakan pada atasan. Siapa tau menjadi bermanfaat bagi perusahaan, dan itu bisa mempromosikan kita ke jabatan yang lebih tinggi lagi. Lagi pula, orang yang sering mengeluarkan idenya, dialah orang yang berpotensi menjadi sukses. Karena dengan begitu, orang tersebut percaya diri dengan apa yang mereka pikirkan. Jadi mulailah dari sekarang untuk berani membicarakan ide Anda. Siapa tahu jalan sukses Anda di mulai dari memberikan ide untuk perusahaan bos Anda.

5. Kurang produktif
Bila kita bekerja hanya bekerja saja, apa yang akan kita hasilkan? Mungkin kita hanya akan mendapat upah saja, tanpa mendapat Kesuksesan yang kita inginkan. Artinya, jika kita bekerja hanya mengikuti perintah atasan saja, tanpa mencoba berinisiatif memberikan wawasan yang segar, maka selama kita bekerja, hanya akan mendapat pengalaman yang membosankan, dan akibatnya, kita menjadi malas bekerja di tempat itu lagi. Akan berbeda kejadiannya bila kita menjadi karyawan yang lebih produktif untuk perusahaan kita. Maka sudah di pastikan atasan pun akan terus memantau kita, dan siapa tahu kita di angkat menjadi manajer, jika kinerja kita terus menghasilkan ide-ide segar untuk perusahaan.

Perusahaan sebesar apapun, jika karyawannya hanya bekerja mengharapkan upah, maka akan sangat sulit untuk bertahan lama. Tapi jika karyawannya produktif, maka perusahaan tersebut bisa di pastikan akan bertahan lama pada masa kejayaannya. Contohnya saja Google, yang sudah berhasil menumbangkan beberapa saingannya, seperti Yahoo. Itu semua berkat kinerja karyawannya yang terus berinovasi memberikan ide-ide segar untuk Google. Maka dari itu, Google sampai sekarang terus berdiri dan terus bisa kita nikmati. Nah, jika saja Anda bisa menjadi karyawan yang lebih produktif, maka Anda akan menjadi pahlawan untuk perusahaan tersebut, dan pastinya Anda akan menemui Kesuksesan.

Kesimpulannya. Dari beberapa poin di atas, jika kita ingin sukses menjadi seorang karyawan, maka hal yang perlu kita perhatikan adalah bekerja sesuai kehendak hati nurani, bukan berarti bekerja seenak sendiri. Tapi bekerja atas dasar ikhlas melakukan kewajiban sebagai karyawan. Dan yang paling penting, cintailah pekerjaan itu, maka hasilnya akan semanis buah apel yang masak di pohonnya. Semoga bermanfaat...
Read More

6 Mar 2017

Prinsip Dasar Menjadi Orang Yang Profesional Dalam Bekerja

Prinsip Dasar Menjadi Orang Yang Profesional Dalam Bekerja - Sikap profesional bagi seorang karyawan adalah sebuah kewajiban yang harus di lakukan, bila karyawan tersebut mempunyai rasa tanggung jawab pada perusahaan yang dia tempati untuk bekerja, termasuk jenis pekerjaannya. Meskipun begitu, terkadang kita sendiri kurang memahami apa sih arti dari profesionalisme?

Sedangkan yang kita tahu, sikap profesional adalah sikap orang-orang yang sudah ahli dalam bidangnya. Akan tetapi, definisi dari profesional itu sendiri sangat luas.

Prinsip Dasar Menjadi Orang Yang Profesional Dalam Bekerja

Seseorang yang bekerja tepat waktu, ulet, serta teliti dalam hal yang di kerjakan nya, juga di sebut sebagai seorang yang profesional. Lalu, bagaimana dengan orang yang lebih ahli dalam suatu bidang? Itu juga bisa kita sebut profesional. Jika demikian, bukankah makna dari profesional itu sangat luas?

Lalu, bagaimana caranya kita menjadi orang yang profesional? Tentu kita pun bisa, asalkan kita tahu dasar-dasar untuk menjadi orang yang profesional. Dengan cara sebagai berikut:

  1. Kerja tepat waktu
  2. Rajin dalam bekerja
  3. Teliti melakukan pekerjaan
  4. Pertimbangkan hasil kerja
  5. Tidak ceroboh dalam bekerja
  6. Memiliki ide yang inspiratif
  7. Memberikan gagasan yang tepat
  8. Bertanggung jawab dalam pekerjaan
  9. Berani ambil keputusan
  10. Dan masih banyak lagi


Dari poin-poin di atas, tentu kita bisa belajar satu persatu untuk menjadi orang yang profesional dalam bekerja, dan tentunya itu tidak semudah yang di pikirkan. Karena pada awalnya, kita harus mengubah kebiasaan buruk kita dalam bekerja. Contohnya sering menunda-nunda pekerjaan, menggampangkan masalah, menyepelekan waktu, tidak teliti dengan apa yang di kerjakan, dan kebiasaan buruk lainnya yang sering kita lakukan. Semua itu harus benar-benar kita rubah seratus persen, bila memang kita ingin menjadi orang yang profesional.

Orang yang memiliki sikap profesional, tentu memiliki prinsip dalam hidupnya. Dan prinsip itu selalu dia pegang di manapun dia berada. Baik dalam pekerjaan, maupun kegiatan di luar pekerjaan, termasuk di rumahnya sendiri. Dan sikapnya itu akan sangat jelas terlihat dari penampilannya, tata bicaranya, bahkan kebiasaan yang sering dia lakukan. Dan juga yang paling mencolok adalah, biasanya orang yang bersikap profesional sering terlihat lebih berwibawa dari pada yang lainnya. Hal itu bisa di maklumi, mengingat orang yang bersikap profesional selalu memperhatikan hal-hal sekecil apapun.

Lantas, apa keuntungan yang bisa kita dapat bila kita memiliki sikap profesional? Jika pertanyaannya seperti itu, tentu jawabannya adalah pekerjaan, uang, kedudukan, atau bahkan apapun yang kita inginkan. Karena orang yang memiliki sikap profesional akan sangat di sukai dan di cari oleh perusahaan-perusahaan besar yang tersebar di seluruh Indonesia, bahkan mungkin juga di luar negeri. Jika sikap profesional kita mampu memikat banyak hati pemilik perusahaan besar, tentu kita pun akan di tawari banyak kontrak dengan gaji yang cukup besar.

Tapi jika kita adalah orang yang benar-benar profesional, tentu kita pun tidak akan tergiur dengan janji bayaran yang besar. Karena orang yang memiliki sikap profesional, biasanya selalu melihat dari segi kerjaannya. Apakah dia mampu melakukannya? Apakah bayarannya sesuai dengan pekerjaannya, dan masih banyak lagi hal-hal yang harus di pertimbangkan. Karena baginya, lebih baik di bayar murah asalkan kerja nyaman, daripada bayaran besar namun di kejar deadline, dan sebagainya. Tentu itu akan membuat kita tidak nyaman bekerja.

Keuntungan yang sebenarnya menjadi orang yang profesional adalah, kita akan merasa bangga atas apa yang sudah kita kerjakan. Menjadi orang yang penting dan di butuhkan banyak orang adalah itu keuntungan yang sangat berharga. Meskipun profesional dalam satu bidang, tentu kita akan menjadi inspirasi banyak orang yang sama dengan bidang kita. Lagi pula, menyelesaikan pekerjaan yang di berikan oleh perusahaan, itulah saat dimana orang profesional tersenyum. Karena prinsipnya, pekerjaan adalah sebuah tanggung jawab. Akan sangat menyesal jika tidak menyelesaikannya, apalagi menunda-nunda.

Banyak orang-orang yang gagal karena sering menyepelekan waktu, pekerjaan, dan yang lainnya. Itu adalah contoh bahwa jika kita ingin berhasil, maka kita harus memiliki sikap profesional. Sikap profesional itu sebenarnya bukan di peruntukkan untuk orang-orang yang jenius saja. Karena pada hakikatnya, semua orang di bumi ini bisa bersikap profesional. Asalkan orang itu mau mengubah kebiasaan buruknya, dan mulai bertindak lebih baik dari sebelumnya. Itu akan menjadi modal awal untuk menjadi orang yang profesional.

Read More

2 Feb 2017

Target Kerja dengan Metode SMART

Target Kerja dengan Metode SMART - Ada sebuah hasil studi menarik yang pernah diungkap oleh para periset bidang perilaku dan kinerja : orang-orang yang menuliskan sasaran kinerjanya dengan jelas dan terukur ternyata memiliki level produktivitas empat kali lebih tinggi dibanding mereka yang sasarannya ditulis dengan sumir dan normatif.

Target Kerja dengan Metode SMART

Itulah kenapa perumusan sasaran kinerja atau performance goals harus selalu ditulis secara jelas, spesifik dan terukur. (Level produktivitas tim juga tergantung pada proses ini).

"You can not manage what you can not measure."
(Anda tidak dapat mengelola apa yang tidak bisa Anda ukur.)

Dengan kata lain, kita pasti akan temehek-mehek mengelola kinerja tim kalau tim ini tidak pernah dibekali dengan indikator atau target kerja yang terukur. Sebab bagaimana mungkin kita bisa mengukur progres kemajuan tim itu, kalau kita tidak punya ukuran baku untuk melakukan penilaian?

Dulu ketika kita sekolah, dari SD hingga kuliah, kita selalu punya alat ukur atau Score Card yang baku. Namanya raport atau Indeks Prestasi (IP) ketika kita sudah kuliah. Bayangkan apa jadinya jika kita dulu sekolah tidak pernah punya score card yang terukur itu?

Persoalannya ketika kita sudah bekerja seperti saat ini yang sarat dengan prinsip profesionalisme, score card yang dulu kita bawa sejak sekolah SD itu justru dilupakan. Tentu saja fenomena ini kudu segera dihindari.

Dunia kerja yang penuh dengan perhitungan bisnis dan melibatkan sumber finansial yang besar, mesti segera di-persenjatai dengan performance score card yang terukur dan akuntabel.

Disinilah kita lalu kembali menyapa dengan prinsip penulisan performance goals yang mengacu pada metode SMART.
1. Specific
2. Measurable
3. Achieveable
4. Relevant
5. Time-bound

Mari kita coba eksplorasi lima elemen kunci dalam penetapan performance goals kita.

Goodluck dan Semoga bermanfaat.
Read More

14 Dec 2016

2 Website Ini Bisa Membuat Kalian Kuliah ke Luar Negeri

2 Website Ini Bisa Membuat Kalian Kuliah ke Luar Negeri - Belajar di negara lain yang memiliki kualitas pendidikan lebih baik memang sudah menjadi cita-cita umum bagi kalangan muda di zaman ini. Berbagai alasan menjadi dasar mengapa banyak anak muda sekarang yang mulai membuat daftar cita-cita untuk menuntut ilmu di Eropa, Amerika, dan Jepang. Sekarangpun banyak lembaga-lembaga tertentu yang membuka jasa untuk meng-guide calon-calon mahasiswa dalam mencari perguruan tinggi terbaik. Biasanya lembaga-lembaga tersebut terletak di kota-kota besar.

Namun, bagi kalian yang bertempat tinggal jauh dari kota, ada alternatif lain untuk bisa mendapatkan informasi mengenai kuliah di luar negeri. Cara tersebut adalah, kaliah harus aktif membaca update dari web-web tertentu yang akan kami berikan. Selain informasi mengenai perguruan tinggi, di dalam website tersebut juga berisi tentang informasi beasiswa, pengalaman-pengalaman mahasiswa yang kuliah di luar negri, workshop dan training di luar negeri gratis, dan masih banyak lagi. Berikut ini adalah website-website tersebut.


1. berkuliah.com

 
2 Website Ini Bisa Membuat Kalian Kuliah ke Luar Negeri


Salah satu website favorit saya ini adalah website yang memberikan kalian banyak informasi mengenai beasiswa dan universitas di luar negeri yang memiliki akreditas bagus. 

Di website ini kalian akan disuguhkan berbagai informasi kesempatan belajar di berbagai jenjang dan negara. Selain itu, pada berkuliah.com juga menjabarkan cerita-cerita unik mengenai perkuliahan di luar negri, seperti salah satu artikelnya yang berjudul “Ini dia jenis-jenis mahasiswa Indonesia yang ada di Luar Negeri”. Jika kalian memiliki pertanyaan-pertanyaan tertentu, website berkuliah.com menyediakan fitur chat yang bisa menjawab pertanyaanmu tersebut. 

Keunggulan berkuliah.com yang paling saya suka adalah, website ini berisi tentang kisah-kisah inspiratif mahasiswa yang kuliah di luar negri dari berbagai latar belakang. Kalian akan mengetahui bagaimana perjuangan hebat seseorang dalam mencari beasiswa dan akhirnya bisa meraih mimpinya untuk menuntut ilmu di negara orang. Artikel-artikel di website ini akan memberikan kalian motivasi-motivasi untuk selalu ingat mengejar mimpi kalian setinggi apapun itu. 

Di website ini kalian memahami bagaimana perjalanan mahasiswa Indonesia melalui seleksi-seleksi ketat untuk mencari beasiswa. Kalian akan merasakan bagaimana pengalaman seseorang yang berkali-kali gagal mendapatkan score TOEFL dan IELTS sesuai persyaratan, ditolak pemberi beasiswa, dan masih banyak lagi cerita kegagalan. Website ini membahas berbagai kehidupan kuliah di luar negeri dari berbagai sudut yang bisa membuat semakin bersemangat untuk kuliah di luar negeri.

2. hotcourse.co.id

2 Website Ini Bisa Membuat Kalian Kuliah ke Luar Negeri

Bagi kalian yang pernah mengunjungi Hotcourse pastinya sudah mengetahui fitur unik Hotcourse yang dapat memfilter pencarian. Nah, itulah kelebihan Hotcourse, website ini memiliki fitur filter yang membuat kalian mencari perguruan tinggi luar negeri langsung sesuai dengan jurusan, negara tujuan, dan jenjang pendidikan. 

Penggunaan fitur cukup simpel, kalian tingga memilih jurusan yang tersedia sesuai minatmu, negara sesuai tujuanmu, dan jenjang pendidikan kalian. Dalam sekali klik nanti kalian akan melihat berbagai perguruan tinggi yang sesuai filter yang kalian atur. Pada website ini juga tersedia fitur chat melalui Facebook dan Twittter yang dapat kamu gunakan jika kamu memiliki pertanyaan lebih lanjut mengenai konten artikel. 

Selain itu, secara visual website ini juga memiliki penampilan yang elegand dan pas dengan kontennya. Website Hotcourse Indonesia merupakan salah satu cabang website Hotcourse. Hotcourse sejatinya sudah memiliki rambahan hingga ke berbagai negara, antara lain United Kingdom, Malaysia, Arab, Australia, dan masih banyak lagi.

Mungkin ini hanya dua website saja, namun jika kalian telaah dan cermati konten-konten website tersebut satu persatu, kalian akan menemukan segudang informasi dan wawasan penting yang bisa membuat semakin siap untuk meraih mimpimu menuntut ilmu menyebrangi samudra. 

Namun tetap saja, kalian tidak bisa menggantungkan diri hanya dengan membaca kedua website untuk bisa kuliah ke luar negeri. Kalian juga harus melakukan berbagai persiapan lainnya, seperti meningkatkan kemampuan berbahasa inggris, mempertahankan prestasi akademik (IPK), mengikuti berbagai lomba, aktif dalam berorganisasi, dan sering berpartisipasi dalam aktivitas-aktivitas sosial. 

Perlu ingat bahwa kalian bukanlah satu-satunya orang yang bermimpi kuliah ke luar negri, ada ribuan orang yang satu mimpi dengan kalian. Ini berarti kalian harus memiliki kualitas diri yang lebih dari mereka untuk bisa berkompetisi dengan mereka. Kalian harus terpilih dan lolos dalam berbagai seleksi untuk bisa kuliah negeri. Kompetisi bukanlah sesuatu yang membuatmu jatuh, tapi kompetisilah yang bisa membuat semakin berkembang.

Read More

3 Nov 2016

Menghadapi Konflik di Tempat Kerja

Menghadapi Konflik di Tempat Kerja - Kemampuan menangani konflik adalah kemampuan yang kebanyakan orang membutuhkan waktu untuk menguasainya. Yang perlu dilakukan adalah menghadapinya, menghindari konflik cenderung menjadi pilihan pertama bagi sebagian besar orang.

Menghadapi Konflik di Tempat Kerja


Konflik di tempat kerja dapat berupa apa saja, akan tetapi ada beberapa jenis yang umum: konflik dengan bos dan konflik dengan rekan.



Hal dasar yang perlu diperhatikan adalah: Seberapa penting permasalahannya? Dan seberapa penting kaitannya dengan hubungan kerja? jawaban Anda akan menentukan apakah untuk melupakan konflik tersebut atau berusaha menyelesaikannya. 


Konflik dengan bos

Konflik dengan bos sering ditemui diantara orang dengan jabatan senior, terkadang disebabkan karena bos tidak banyak mendukung tim atau terlalu banyak intervensi dalam hal kecil.

Hubungan dengan bos Anda tentu saja sangat penting kaitannya dengan penyelesaian pekerjaan dan lanjut pada tuga berikutnya. Jadi sebaiknya Anda meluangkan waktu untuk menyelesaikan konflik tersebut. Ada beberapa panduan untuk menyelesaikan konflik tersebut: Peran Anda dalam konflik, dan apa yang dapat Anda lakukan untuk memperbaiki situasi.
Tentu saja sangat mudah menyalahkan bos Anda, sayangnya ini bukanlah cara yang produktif. Jika Anda benar-benar ingin semuanya membaik, Anda harus menggunakan pendekatan yang berbeda. Jadwalkan pembicaraan atau makan siang dengan bos Anda sehingga Anda dapat memahami tujuan dan maksud bos Anda, tunjukkan bahwa Anda peduli dan cari tahu cara untuk bekerja sama dengan lebih baik. Memahami alasan dan pandangan bos Anda mungkin dapat mendatangkan ide tentang teknik baru untuk mengatasi situasi.

Dan juga, percakapan tersebut akan menunjukkan tanda yang jelas bahwa Anda tertarik untuk membina hubungan baik dan menyelesaikan ketegangan yang terjadi. 


Konflik dengan rekan kerja

Tidak dapat dipungkiri bahwa Anda tergantung pada orang lain untuk menyelesaikan sesuatu. Akan tetapi, baik itu keuntungan atau kerugian, kita semua memiliki cara kerja yang berbeda sehingga konflik tak dapat dihindari.

Yang dapat Anda lakukan adalah menjelaskan pada rekan Anda bahwa tujuan Anda adalah untuk menyelesaikan konflik dan menyelesaikan pekerjaan, dan dapatkan saran dari orang lain tentang cara untuk dapat bekerja sama dengannya. Cobalah saran tersebut dan mungkin Anda dapat berbicara dengannya untuk mengurangi ketegangan dan mendapatkan jalan tengah penyelesaian.

Read More

23 Oct 2016

12 Nasehat Di Dunia Kerja

12 Nasehat Di Dunia Kerja - Rajin pangkal pandai, ora et labora, dan jangan melawan guru. Jujur saja, nasihat semacam itu tidak berhenti kita temui hanya karena kita lulus sekolah. Tanpa kita sadari, banyak nasihat dalam hidup sehari-hari yang mempengaruhi kinerja kita. Pertanyaannya, apakah petuah-petuah itu saat ini masih dapat dipakai di dunia kerja? Mari kita uji kelayakannya!
12 Nasehat Di Dunia Kerja

Nasihat #1: No Pain, No Gain.

Nasihat yang biasanya beredar di dunia olahraga ini juga berlaku di dunia kerja. Hanya bermodal bakat atau kepintaran tidak akan membuat karir Anda maju. Seperti yang terjadi di sekolah, siswa yang pintar tidak jarang mendapat nilai yang lebih buruk dibanding siswa yang tekun. Hal ini juga terjadi di dunia kerja. Siapa yang tekun bekerja, rajin mengerjakan tugasnya tepat waktu, rapi membereskan dokumennya, bisa mendapat kesempatan karier yang lebih tinggi daripada pekerja yang hanya mengandalkan kehebatan isi kepala mereka tapi malas. At the end, perusahaan membutuhkan pekerja yang dapat bekerja memenuhi target dateline dan kualitas.

Namun bukan berarti, Anda harus datang ke kantor paling pagi dan pulang paling larut. Atau bekerja dengan load yang tidak realistis sampai Anda terkena burnout syndrome. Tapi gunakan energi, tenaga, pikiran Anda untuk meningkatkan kelebihan Anda dan mengatasi kelemahan Anda. Karena disiplin diri, kemauan untuk bekerja lebih baik dan lebih baik lagi lah yang mampu membawa karier Anda ke jenjang yang lebih tinggi.

Tingkat kelayakan di dunia kerja: 90%

Nasihat #2: No Money, No Honey.

Urusan uang memang tidak mudah. Di satu sisi karyawan menginginkan gaji yang terus naik setiap tahunnya. Di sisi lain, apalagi di jaman resesi seperti sekarang, banyak perusahaan yang mengalami masalah keuangan serius. Tapi menunjukkan hasil kerja yang buruk hanya karena gaji Anda tidak naik, juga tidak bijaksana. Apalagi langsung pindah ke perusahaan lain.

Perusahaan yang baik membutuhkan dan menghargai pekerja yang loyal. Utarakan kekecewaan Anda ke perusahaan. Cari kemungkinan selain gaji, yang dapat membuat karyawan tetap bekerja dengan baik. Misalnya libur tambahan satu hari dari kantor tanpa dihitung sebagai cuti atau pengurangan jam kerja di hari Jumat. Biasanya, perusahaan yang baik lebih terbuka jika tuntutan Anda tidak berupa uang. 

Kalau Anda mendapat tawaran kerja di tempat lain, bicarakan terus terang, mengapa Anda berniat pindah. Jika Anda memang karyawan yang baik, perusahaan akan berusaha mempertahankan Anda. Dengan demikian Anda dapat mendiskusikan kondisi kerja yang menguntungkan kedua pihak. Tentu saja dengan perkecualian jika Anda bekerja dengan perusahaan yang memang memperkerjakan karyawannya seperti budak. Selalu lembur, tapi gaji sedikit. Pekerja miskin sementara para bos kaya raya. Untuk kasus seperti ini, sangat disarankan Anda mencoba berkarir di tempat lain.

Tingkat kelayakan di dunia kerja: 70%

Nasihat #3: Makin banyak koki yang ikut memasak, rasanya makin tidak enak.

Benarkah bekerja sendirian hasilnya lebih baik daripada kerja tim? Jika Anda bukan pemilik perusahaan One-Man-Show, hasil kerja tim biasanya lebih baik. Apalagi di dunia kerja jaman sekarang. Hampir semuanya mengandalkan teamwork. Mengapa? Karena setiap pekerja mempunyai spesialisasinya masing-masing. Ada yang hebat dalam urusan teknik, ada yang bagus dari segi kreatif, dan ada yang expert untuk urusan jualan. Jika semua yang positif disatukan, teorinya hasil kerja semakin optimal.

Teorinya? Ya. Agar kerja sama tim tidak berubah menjadi kancah perang dunia ketiga, diperlukan satu orang yang berfungsi sebagai pemimpin. Pemimpin di sini tidak berarti karyawan dengan kedudukan yang paling tinggi, namun seseorang yang mampu mengakomodasikan seluruh keinginan anggota tim. Tepatnya, gabungan antara moderator dan hakim garis antar kolega. Namun demikian, sebaiknya jumlah anggota tim kurang dari 10. Jika lebih dari 10 orang, biasanya akan terjadi clique, kelompok-kelompok kecil yang saling bersaing satu sama lain.

Tingkat kelayakan di dunia kerja: 10%

Nasihat #4: Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian.

Terus terang, nasihat orangtua kita di masa kecil ini memang yang paling diingat dari semua petuah mereka. Mungkin karena dulu kita lebih suka menonton TV daripada membuat PR. Sampai sekarang pun, banyak dari kita bekerja dengan prinsip ini. Bereskan dulu pekerjaan yang membosankan, yang paling tidak nyaman, baru yang menantang. Prinsip ini bukannya tidak beralasan. Manusia mempunyai kecenderungan untuk menghadiahi diri sendiri setelah bekerja keras. Jadi pekerjaan yang menantang dilakukan terakhir, dianggap sebagai hadiah yang dapat memacu motivasi kerja.

Idealnya, sih, Anda membagi-bagi porsi kerja sehingga tidak jenuh. Normalnya, manusia dapat berkonsentrasi nonstop selama dua jam. Jadi setiap dua jam, ambil mini-break sekitar lima menit untuk menyegarkan pikiran Anda. Bisa memakan pisang, minum kopi, atau bercakap-cakap singkat dengan teman kerja. Dengan demikian kepala Anda dapat beristirahat sejenak untuk mulai lagi dengan otak yang lebih jernih.

Tingkat kelayakan di dunia kerja: 80%

Nasihat #5: Kerjakan hanya yang Anda bisa.

Bagi yang senang bermain aman, nasihat ini jelas masih berlaku. Tapi bila Anda ingin mencapai karier yang lebih tinggi, lupakan nasihat ini. Tentu saja Anda harus mengerjakan semua tugas Anda dengan baik dan benar, tapi kembangkan juga cakrawala Anda. Pelajari sisi lain dari sebuah pekerjaan dan setiap perusahaan. 

Asah rasa ingin tahu dan kembangkan diri Anda. Ambil kursus yang memperkaya wawasan. Bicarakan dengan perusahaan, siapa tahu mereka mau membiayai kursus itu untuk Anda. Perusahaan-perusahaan besar biasanya punya pos khusus bagi pendidikan karyawannya. Tapi jangan juga memutarbalikkan nasihat ini menjadi: mengerjakan semua hal. Apalagi jika Anda sama sekali tidak mengerti bidang yang Anda kerjakan. Anda tentu tidak mau disebut sebagai si-rakus. Mau mengomentari orang lain, mau mengambil pekerjaan orang lain, padahal tidak tahu apa-apa. 

Tingkat kelayakan di dunia kerja: 50%

Nasihat #6: Semakin berisi semakin merunduk.

Scene yang sering terjadi di ruang kelas ketika guru bertanya, “Siapa yang tahu jawabannya?” adalah murid-murid yang menunduk. Penyebabnya, takut salah dan takut dijuluki sok tahu oleh teman-teman. Akibatnya, di dunia kerja kita juga terbiasa untuk berdiam diri. Tidak sedikit orang dalam meeting hanya ikut menganggukkan kepala tanpa berani memberi usulan. Padahal, menonjolkan diri tidak sama dengan sombong. Karir kita akan lebih baik jika kita tidak takut memberi tahu kemampuan dan achievement kita. Tidak hanya dalam interview kerja saja, lho, perusahaan lebih memilih karyawan yang percaya diri. Karyawan yang asertif dan berani mengemukakan pendapat lebih dibutuhkan ketimbang orang-orang yang hanya bisa diam. Coba Anda mencamkan ini, bahwa Anda tidak menjual diri, tapi menjual potensi Anda ke perusahaan.

Tentunya tidak berarti Anda setiap detik mendengang-dengungkan kehebatan dan achievement Anda. Lakukanlah dengan dosis yang benar. Juga jangan mengaku-aku semuanya adalah hasil kerja Anda, jika suatu pekerjaan dilakukan dalam tim.
Tip bagi Anda yang tidak terbiasa mengemukakan ide: (1) Tulis ide Anda di kertas. (2) Tulis semua kritik dan pertanyaan yang mungkin muncul dari kolega atau bos Anda. (3) Tulis jawaban Anda dari daftar nomor dua tadi. (4) Jika semua sudah terjawab dan teratasi, bawa daftar itu ke kantor dan utarakan ide Anda.

Tingkat kelayakan di dunia kerja: 0%

Nasihat #7: Gunakan jejaring.

Walaupun kedengarannya seperti iklan telepon genggam, sekarang ini tidak ada bisnis yang sukses tanpa networking yang bagus. Tidak heran, kalau dunia bisnis selalu keras bagi pemula. Namun ingat ya, Anda harus tetap memisahkan antara kepentingan pribadi dan kepentingan perusahaan. Kalau kinerja Anda buruk, namun tetap berharap seorang kenalan akan membantu menaikkan karier, maka Anda sudah menyalahgunakan jejaring Anda. 
Apalagi jika Anda hanya mau mengenal orang-orang yang Anda pikir dapat memberi keuntungan bagi Anda. Lambat laun orang-orang akan tahu dan bisa jadi malah Anda yang tidak diinginkan menjadi bagian dari jejaring mereka. 

Tingkat kelayakan di dunia kerja: 70%

Nasihat #8: Jaga kerapian.

Ibu-ibu biasanya menggemari nasihat satu ini terutama ketika mereka melihat kamar tidur putrinya. Kabar buruknya, bagi Anda yang tidak gemar berbenah, hal ini juga berlaku di dunia kerja. Apalagi jika Anda menerima klien langsung di meja kerja Anda. Apakah meja Anda penuh dengan tumpukan map dan dokumen yang saling tumpang tindih sampai seekor kucing pun dapat hilang didalamnya? Keyboard Anda nyaris tidak kelihatan tombolnya karena tertutup notes dan ballpoint? Monitor Anda dipenuhi post-it yang entah sejak kapan tertempel di sekujur tepinya? Semuanya hanya mengisyaratkan satu hal: kekacauan.

Jujur saja, Anda sendiri pasti tidak akan merasa yakin kalau data Anda diterima baik oleh orang yang kelihatan berantakan, kan? Mungkin data Anda malah hilang ditelan barang-barang dimejanya. Begitu juga sebaliknya. Orang-orang akan sulit percaya jika meja kerja Anda tidak rapi dan berantakan. Karena itu, jagalah kerapian tempat kerja Anda.

Tingkat kelayakan di dunia kerja: 90%

Nasihat #9: Sukses tidak datang dengan sendirinya.

Siapa yang pernah merasakan hal berikut ini? Anda merasa mampu, Anda bekerja keras, tapi sukses masih jauh dari pandangan. Satu hal yang perlu Anda ingat, dalam bekerja, berlaku pula faktor sabar. Tidak semua hal langsung terlihat hasilnya. Dan tidak semuanya langsung naik pangkat hanya karena selesai mengerjakan satu proyek.

Karena itu ketahui dengan jelas apa arti sukses untuk Anda. Lebih baik Anda tidak melulu mengusung kata sukses dalam skala besar. Arti kesuksesan bisa dirasakan dari hal-hal kecil. Anda sukses jika Anda menyelesaikan kerja sesuai deadline, misalnya. Atau anda sukses jika para bos menyukai presentasi Anda. Bisa juga, Anda sukses jika Anda mampu mengatasi kelemahan Anda. Intinya, sama seperti dalam kehidupan di luar kantor, tidak semuanya berjalan instant. Jika Anda berusaha, suatu saat Anda akan sukses. Sabar, itu kuncinya.

Tingkat kelayakan di dunia kerja: 100%

Nasihat #10: Siapa yang bangun pagi, dapat banyak rejeki.

Nasihat ini sudah muncul dari jaman dulu, ketika pekerjaan umum penduduk negara ini masih menjadi petani. Sekarang, jam kantor umumnya dimulai pukul 9 pagi. Akibat lembur dan macet, banyak yang baru mencapai rumah pukul 10 malam atau bahkan lebih larut. Jika Anda memaksakan diri bangun pagi, lalu menelepon klien penting sambil menguap, percayalah, Anda tidak menolong diri Anda sendiri. Lebih baik Anda mulai mengetahui ritme tubuh Anda. Kapan Anda merasa paling mudah berkonsentrasi, kapan Anda mulai merasa lemah, kapan Anda merasa lapar. Lalu cocokan dengan jam kerja Anda. Dengan demikian Anda akan mempunyai waktu kerja yang optimal.

Tingkat kelayakan di dunia kerja: 0%

Petuah #11: Jaga rahasia perusahaan.

Generasi kakek-nenek bahkan orang tua kita, biasanya bekerja puluhan tahun di perusahaan yang sama. Karena itu, mereka memegang teguh isi dapur perusahaan dan tidak membicarakannya pada orang lain. Sekarang, bukan hal aneh kalau pindah ke perusahaan yang berbeda-beda. Dengan sendirinya, seseorang membawa pengalaman dari kantor lama ke kantor baru. Tidak dapat dihindari, rahasia perusahaan tidak lagi menjadi momok yang menakutkan untuk dibicarakan. Terutama untuk sistem karir, gaji, working load, dan atmosfir kerja. Tentu saja, bedakan informasi mana yang dapat Anda sharing ke 'orang luar' dan mana yang sudah di luar hak Anda. Contohnya, membocorkan strategi bisnis perusahaan ke lawan bisnis tentu saja tabu untuk dilakukan. Atau menyebarkan isu tidak benar. Tak hanya tidak etis, Anda juga dapat dianggap sebagai pelaku gerakan sabotase bagi perusahaan.

Tingkat kelayakan di dunia kerja: 30%
Baca juga 6 Rahasia yang Tidak boleh di boocorkan

Nasihat #12: Rejeki tidak turun dari langit.

Nasihat ini sangat jelas. Tanpa bekerja, kita tidak akan mendapat rejeki. Masalahnya berapa banyak rejeki yang kita dapat? Kebanyakan berpikir rejeki hanya berarti uang, gaji, dan penghasilan. Sehingga banyak yang berharap, setiap kali sudah bekerja sesuai daedline, gaji pun naik. Setiap kali proyek selesai, karir juga naik. Tapi kenyataannya tidak seperti itu.

Karena itu, lebih baik jika Anda mengartikan rejeki tidak melulu sebagai materi. Jika Anda bekerja dengan baik, klien pasti lebih memilih Anda sebagai rekan kerja. Hasilnya, proyek Anda selalu berjalan lancar ketimbang proyek karyawan lain. Contoh lain, jika kualitas kerja Anda bagus, nama Anda pun akan diingat oleh perusahaan. Bahkan mungkin bukan hanya oleh perusahaan Anda, tapi juga perusahaan lain. 

Tingkat kelayakan di dunia kerja: 100%

Sumber : http://www.cleo.co.id
Read More

13 Oct 2016

5 Tips Menjadi Karyawan Sukses di Dunia Kerja

5 Tips Menjadi Karyawan Sukses di Dunia Kerja - Jika kita ingin menjadi “the best staff of the month”, maka kita harus menunjukkan kapasitas lebih dan harus terlihat menonjol dari staff yang lain. Seperti di Tiara, setiap bulan ada best coordinator, best staff, best attendance. Semua penilaian dilihat dari kinerja mereka, aktif atau tidaknya staff tersebut. Semua selalu ada penilaian, maka dari itu kita harus bekerja dan bisa memberikan ide yang terbaik yang ada dalam diri kita untuk perusahaan. 
5 Tips Menjadi Karyawan Sukses di Dunia Kerja

Bagi para wanita (cewek), peran karir di dunia kerja semakin berkembang pesat dan mereka lebih mempunyai kesempatan yang besar untuk mendapatkan karir yang cemerlang. Namun mereka tetap saja seorang wanita yang selalu dianggap lemah oleh kaum pria, sehingga ini dapat menghambat karier mereka. Kalau kita dianggap lemah (meski kita bukan wanita) ataupun kita ingin untuk bisa sukses dalam karir kita, adapun beberapa caranya adalah :

1. Ikut berpartisipasi

Jika kita ingin berkarir dan dikenal oleh atasan atau ingin terlihat menonjol, maka jangan ragu untuk berpartisipasi ketika sedang ada meeting dan rapat penting. Jika kita aktif dalam pekerjaan, maka kita akan lebih dikenal dan dipandang oleh rekan kerja lainnya, tentunya rekan kerja tidak akan segan-segan meminta kita untuk bergabung bersama timnya, sehingga kesempatan kita untuk ikut berpatisipasi mengembangkan perusahaan semakin besar, karena mereka sudah mengenal kita dan mengetahui bagaimana kinerja kita. Bersikaplah proaktif (terlibat dan siap meminta tanggung jawab lebih), bukannya menunggu perintah (pasif).

2. Pantang menyerah

Kegagalan serta kemunduran prestasi dalam dunia kerja banyak kita alami, karena persaingan yang ketat. Tetapi harapan semua manusia tentunya selalu ingin sukses, kegagalan hanyalah sebuah sukses yang tertunda, maka jangan pernah putus asa karena hal itu. Jadikan kegagalan sebagai tantangan untuk kesuksesan dan terus gali potensi diri. Tanamkan dalam diri, bahwa tidak ada kata gagal yang ada hanya sukses atau belajar. Jadi kita harus selalu yakin bahwa kesuksesan pasti diraih dan belajarlah menganalisa setiap halangan atau hambatan yang membuat sukses tertunda.

3. Amati, tiru, modifikasi

Pilihlah seseorang yang mampu menjadi contoh (panutan) bagi kita di bidang kerja kita yang bisa kita tiru bagaimana cara-cara suksesnya. Cari tahu tentang tantangan untuk mencapai keberhasilan dari pengalaman mereka, dengan begitu akan mendapatkan masukkan dan pembelajaraan darinya. Karena mereka sudah mengalami apa yang akan kita alami sehingga kita bisa meniru solusinya saat menemui masalah yang sama dengannya. Setiap orang punya cara masing-masing untuk sukses, modifikasi semua cara-cara orang hebat yang pernah kita temui agar sukses kita raih jangan hanya asal ditiru saja, dengan begitu kita tidak hanya belajar dari yang terbaik, tapi juga bisa menjadi yang terbaik!

4. Berpendapat

Berani mengutarakan suatu ide atau kritik untuk yang lebih baik dan sukses. Jangan takut kita tidak didengar oleh semua rekan. Memang jika kita karyawan baru dan masih muda tidak berpengalaman, banyak yang memandang sebelah mata. Untuk itu, caranya adalah berikan pendapat kita, berikan contoh kasus yang pernah ada, kita berikan jalan keluar atau solusinya, serta kita berikan alasannya dan apa untungnya untuk perusahaan jika pendapat kita direalisasi.

5. Percaya diri

Kita harus merasa nyaman dengan diri kita sendiri dan terus mengembangkan keahlian kita, kita harus tahu kelebihan apa yang kita miliki dan dengan memiliki sikap percaya diri, kita akan lebih siap untuk menerima tantangan kerja sehingga membuat kesan seseorang yang tegas dalam dirinya (walau kita adalah seorang wanita sekalipun). Tidak mudah percaya kepada orang lain mungkin adalah sesuatu yang biasa dan boleh-boleh saja tetapi tidak percaya pada diri sendiri adalah bencana besar bagi diri kita sendiri.
Baca juga : Tips Menghindari Kesalaha Dalam Bekerja
Siapkan diri menjadi karyawan yang dikenal serta bisa dipercaya oleh atasan, dengan demikian akan ada peluang bagi anda untuk segera naik jabatan serta naik gaji menjadi lebih besar. Semoga bermanfaat.

Read More